News . 19/07/2020, 23:53 WIB
Relawan Bergerak untuk Luwu Utara
Penulis : Admin
Editor : Admin
Adapun rinciannya meliputi jalan Nasional Rumah Sakit - Tugu Masamba Affair sepanjang 0,8 Km, jalan Lingkar Kota Masamba sepanjang 4,2 Km, jalan Nasional Tugu Cokelat - SD Radda sepanjang 1 Km, jalan Radda - Meli sepanjang 4,6 Km, jalan Sabbang - Tallang sepanjang 1 Km, dan jalan Masamba - Kamiri sepanjang 1,2 Km.
Hingga 19 Juli 2020, ruas jalan yang telah dapat di lewat oleh masyarakat meliputi Jalan Jenderal Ahmad Yani depan Bandar Udara Andri Djemma Masamba, Jalan Andi Djemma dan beberapa jalan permukiman lainnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan satu buah helikopter guna mendukung distribusi logistik dan evakuasi korban banjir bandang melalui udara. Kerja Sama Komunitas Masyarakat Dalam Pemetaan Daerah Terdampak
Selain proses pembersihan tempat terdampak, kerja sama unsur pentaheliks oleh komunitas masyarakat turut membantu proses pemetaan daerah terdampak pascabanjir bandang Luwu Utara.
Komunitas terkait yang membantu pemetaan daerah terdampak di Kabupaten Luwu Utara antara lain Komunitas Drone Tana Luwu, Gugus Tugas Informasi Geospasial Kabupaten Luwu, Tim Geospasial Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit VIII Lantimojong Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan dan Gempa Sawerigading.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops BNPB) per 19 Juli 2020 pukul 08.00 WITA, bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara (13/7) dilaporkan ada sebanyak 36 orang meninggal dunia, 40 orang hilang, 58 orang luka-luka dan 14.483 jiwa mengungsi di tiga kecamatan antara lain Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Masamba. (fin/ful)