Apa Benar Manusia 'Sendirian' di Alam Semesta Ini, Bagaimana dengan Alien? Ini Kata Prof Brian Cox

Apa Benar Manusia 'Sendirian' di Alam Semesta Ini, Bagaimana dengan Alien? Ini Kata Prof Brian Cox

Penampakan UFO Pertama Kali, Ilustrasi oleh Stefan Keller dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Sejak dahulu, kebanyakan kita manusia di Bumi, khususnya mereka yang percaya akan keberadaan UFO, meyakini bahwa kita tidak sendirian di alam semesta ini.

Mengingat jagat ini tidak ada batasannya, sehingga itu yang kita ketahui sebagai manusia, maka potensi akan keberadaan mahluk hidup lain di planet lain, atau di tata surya lain adalah apa yang diyakini sebagian orang.

Lalu bagaimana dengan pendapat ahli dari Univerisity of Manchester, Brian Cox yang pernah meraih berbagai penghargaan atas Namanya?

(BACA JUGA:NASA Akhirnya Ingin Terlibat dalam Investigasi Keberadaan UFO di Bumi)

(BACA JUGA:Pemerintah AS Gelar Sidang Terkait Penampakan UFO, Apakah Keberadaan Mereka Sebuah Ancaman?)

Well, menurut Brian Cox, jika keberadaan mikroba di planet-planet lain bisa dibilang sebagai hal yang umum, namun dalam kasus mahluk dengan intelejensia tinggi seperti manusia, adalah hal yang berbeda.  

“Mahluk seperti kita ini mungkin teramat sangat langka (ada di alam semesta),” kata Prof Brian Cox seperti dikutip FIN dari Independent.

Itu artinya, pria yang menyabet penghargaan, University Research Fellow (2005), Kelvin Prize (2010) dan Michael Faraday Prize tahun 2012, meyakini jika adanya potensi akan hal itu.

Mengapa manusia dianggap sebagai mahalukyang teramat langka, kata Prof Brian Cox, adalah pada faktanya peradaban manusia di Bumi, membutuhkan 3,8 miliar tahun, untuk bisa mencapai perkembangannya saat ini.

Terkait dengan penampakan UFO yang beberapa waktu lalu di bahas oleh sebuah kongres di AS, menurut dia juga, adalah salah misteri terbesar dalam hidup ini.

Pendapat Ahli Lainnya

Menurut profesor dari Montana Technological University, Michael Masters, UFO mungkin bukanlah kendaraan milik alien, melainkan milik manusia.

Akan tetapi, bukan manusia dari masa yang sama dengan kita, lebih tepatnya manusia dari masa depan.

Ya, menurut teori pakar antropologi biologis itu, pengendara UFO mungkin adalah time traveller atau penjelajah waktu.

"Menurut saya, cara yang paling simpel menjelaskan apa UFO itu sebenarnya, bahwa mereka adalah kita (manusia masa depan yang mengendarai UFO)," katanya dalam sebuah wawancara dengan laman Space, via Futurism.

Menurut dia, tujuan dari para penjelajah waktu ini adalah untuk mempelajari, bagaimana kehidupan manusia di masa lalu.

Jadi ketimbang mempelajari manusia lewat relik atau peninggalan kuno, mereka lebih memilih menggunakan mesin waktu, dan menjelajahi masa silam.




Sumber: