Realisasi Penyaluran KUR Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tembus Rp120 Triliun

Realisasi Penyaluran KUR Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tembus Rp120 Triliun

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pariwisata dan ekonomi kreatif hingga 17 Desember 2021 mencapai Rp 120,75 triliun. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, jumlah penyaluran KUR tersebut naik jika dibandingkan dengan 2020 yang sebesar Rp 80,09 triliun. "Penyaluran KUR di 2021 didominasi oleh bank himbara seperti BRI, Mandiri dan BNI. Selain itu juga di beberapa bank daerah," kata Sandiaga Uno dalam konferensi pers akhir tahun, dikutip Selasa (28/112/2021). Berdasarkan data, penyaluran kredit melalui BRI sebanyak Rp 54,74 triliun dengan debitur 2,18 juta kreditur. Disusul Bank Mandiri dengan nilai Rp 11,41 triliun dengan 126,5 ribu debitur. "Kemudian, dari BNI menyalurkan Rp 8,74 triliun untuk 48,3 ribu kreditur. BRI Syariah menyalurkan Rp 2,13 triliun dengan 53 ribu debitur. Sedangkan BPD Jawa Tengah menyalurkan Rp 1,10 triliun untuk 9.523 debitur," sebutnya. Sedangkan tiga subsektor parekraf dengan realisasi KUR terbesar yakni jasa makanan dan minuman yang mencapai Rp 42,31 triliun dengan 1,42 juta kreditur. Adapun jasa konsultasi wisata sebesar Rp 11,89 triliun dengan jumlah debitur 406.256 kreditur. Terakhir sektor penyedia akomodasi sebanyak Rp 3,28 triliun dengan 41.608 kreditur. "Dari sub sektor pariwisata terbesar dari jasa makanan dan minuman, jasa konsultasi wisata dan penyedia akomodasi," ujarnya. Sementara itu dari sisi ekonomi kreatif terbesar dari sektor fesyen yang mencapai Rp 13 triliun dengan jumlah kreditur 398.147. Lalu sektor kuliner mencapai Rp 2,77 triliun dengan 109.789 kreditur serta sektor kriya yang mencapai Rp 1,73 triliun dengan jumlah debitur 52.804 kreditur. "Berdasarkan provinsi, 5 daerah dengan realisasi KUR tertinggi diantaranya Jawa Barat dengan nilai kredit Rp 14,9 triliun, Jawa Tengah Rp 14,5 triliun, Jawa Timur Rp 12,6 triliun. Disusul Sulawesi Selatan sebesar Rp 3,44 triliun dan Sumatera Utara Rp 3,41 triliun," pungkasnya. (der/fin)  

Sumber: