Hati-hati! Jangan Sembarangan Koneksikan Mobil dengan Aplikasi Pihak Ketiga, Soalnya...

Hati-hati! Jangan Sembarangan Koneksikan Mobil dengan Aplikasi Pihak Ketiga, Soalnya...

Ilustrasi pencurian data.-Pixelcreatures-Pixabay

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kapersky mengingatkan pemilik mobil agar berhati-hati dalam menggunakan aplikasi ponsel pihak ketiga yang terkoneksi dengan kendaraan.

Sebab, aplikasi yang digunakan pada mobil masa kini seperti Tesla, Nissan, Ford, hingga Volkswagen berpotensi mengambil data tanpa persetujuan pemiliknya.

(BACA JUGA:General Motors Bakal Rilis Electra-X di Cina Bulan Depan, Mobil Listrik Pesaing Tesla)

"Manfaat dari dunia yang terkoneksi tidak terhitung banyaknya. Namun, penting untuk dicatat bahwa itu masih merupakan industri yang berkembang, yang membawa risiko tertentu," kata Head of Kapersky Transportation Security, Sergey Zorin, laporan bertajuk Connected Apps, dilansir dari Economic India Times, Selasa, 31 Mei 2022.

“Sayangnya, tidak semua pengembang mengambil pendekatan yang bertanggung jawab dalam hal penyimpanan dan pengumpulan data, yang mengakibatkan pengguna mengungkapkan informasi pribadi. Data itu selanjutnya dapat dijual di darkweb dan berakhir di tangan yang tidak dapat dipercaya," sambungnya.

Tak hanya itu, Zorin juga mengingatkan pihak tak bertanggung jawab juga bisa mengakses mobil apabila memiliki detail data pribadi pemiliknya.

(BACA JUGA:Tampilan Suzuki Carry Eeco Bakal Dirombak setelah 11 Tahun Gitu-gitu Saja)

Sejauh ini, aplikasi ponsel yang terhubung dengan mobil memungkinkan pengguna mengontrol kendaraan dari jarak jauh dengan mengunci atau membuka kunci pintu, menyesuaikan kontrol iklim, menghidupkan serta mematikan mesin, dan lain sebagainya.

Meskipun sebagian besar produsen mobil memiliki aplikasi resmi, namun ada sejumlah aplikasi pihak ketiga yang dirancang oleh pengembang teknologi karena menawarkan fitur yang tidak dimiliki produsen kendaraan.

Aplikasi pihak ketiga yang dianalisis Kaspersky mencakup hampir semua merek kendaraan, antara lain Tesla, Nissan, Renault, Ford, dan Volkswagen.

(BACA JUGA:Hyundai Creta vs KIA Seltos: Perang Bintang Mobil Korsel, Siapa Lebih Unggul?)

“Namun, aplikasi ini tidak sepenuhnya aman untuk digunakan,” klaim Kapersky dalam laporannya.

Peneliti Kapersky juga menemukan lebih dari separuh aplikasi tidak memberikan memperingatkan tentang risiko pencurian data apabila pemilik memasukkan data pribadi untuk menjalankan aplikasi tertentu.

Selain itu, setiap aplikasi pada kelima merek mobil itu juga tak mencantumkan kontak para pengembangnya. Sehingga pemilik mobil tidak bisa memberikan laporan apabila terjadi masalah dengan aplikasi itu.

Sumber: