NASA Akhirnya Ingin Terlibat dalam Investigasi Keberadaan UFO di Bumi

NASA Akhirnya Ingin Terlibat dalam Investigasi Keberadaan UFO di Bumi

Benda Asing Diduga UFO Tertangkap Kamera Jet Tempur, Image Source: Mirror.co.uk--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Setelah sekian lama, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA akhirnya bersedia terlibat dalam investigasi UFO.

Ya, NASA baru-baru ini mengungkapkan keinginan mereka, untuk terlibat dalam penyelidikan keberadaan objek terbang tak dikenal alias UFO.

Tidak hanya soal potensi keberadaan UFO di alam semesta, namun juga termasuk yang ada di Bumi ini.

(BACA JUGA:Namanya Arlindo, Ia Jadi Saksi Pendaratan Tiga UFO 43 Tahun Lalu, Begini Kisahnya)

NASA sendiri tengah mengevaluasi soal apa saja yang nantinya akan melibatkan keahlian para ahli NASA, dalam proyek ini.

Seperti diketahui, sebelumnya NASA tidak pernah ingin disangkutpautkan, tentang hal-hal yang berbau UFO, akan tetapi semuanya berbeda di 2022 ini.

Langkah ini sendiri menyusul sidang kongres publik pertama AS, yang membahas tentang penampakan UFO.

Sidang kongres publik terkait UFO ini, adalah yang pertama dalam 50 tahun terakhir, sebagaiamana yang ramai dilaporkan media dunia.

Menurut dua pejabat tinggi militer, yang ditugaskan untuk menyelidiki beberapa penampakan UFO, mengatakan bahwa sebagian besar temuan mereka pada akhirnya dapat diidentifikasi.

Akan tetapi, mereka juga mengakui, jika sejumlah peristiwa penampakan UFO, tidak dapat dijelaskan jika dilihat dari sisi keilmuwan.

Yang dimaksud di sini, adalah soal bagaimana UAP (Fenomena Udara yang Tidak Bisa Dijelaskan), istilah militer untuk UFO, bergerak tanpa tenaga pendorong, seperti halnya yang digunakan manusia saat ini.

Selama dengar pendapat pejabat tinggi intelijen Pentagon Ronald Moultrie mengatakan bahwa lewat analisa yang dilakukan secara telit, sebagian besar penampakan UFO ini dapat diidentifikasi, meski tidak semuanya.

Apakah UAP atau UFO ini sebuah Ancaman?

Para anggota parlemen dalam sidang kongres ini menyatakan keprihatinan mereka, bahwa UAP atau UFO yang tidak dikenali ini, mungkin bisa menjadi ancaman bagi keamanan nasional.

Sementara itu menurut politikus Rick Crawford, gagal mengenali fenomena yang mereka selidiki ini, adalah sama saja kegagalan di bidang intelejen.

Di lain pihak, Wakil Direktur Intelijen AL AS, Scott Bray mengatakan  bahwa pada dasarnya kongres ini adalah bukan soal menemukan keberadaan mahluk lain di luar angkasa sana, dalam hal ini alien.
Akan tetapi menurut Bray, adalah bahwa AS tidak tahu menahu soal teknologi ini, dan bahwa berpotensi jatuh ke tangan musuh.

Setelah sesi dengar pendapat, komite ini menutup akses publik akan pertemuan ini, dan melanjutkannya pada sesi tertutup dengan anggota parlemen di dalamnya.

Sumber: