Beredar Meme Gus Mus Sindir Warga Indonesia Keturunan Arab, Keluarga Bereaksi

Beredar Meme Gus Mus Sindir Warga Indonesia Keturunan Arab, Keluarga Bereaksi

JAKARTA- Putri KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, Ienas Tsuroiya angkat bicara terkait meme Ayahnya yang beredar di media sosial. Meme tersebut, dituliskan narasi seolah merupakan pernyataan Gus Mus. Narasi tersebut menyindir warga Indonesia keturunan Arab. Ienas mengatakan, meme tersebut telah beredar sejak tahun lalu. Dan meme itu tersebar di setiap akhir tahun. "Lama-lama seperti ada polanya. Setiap menjelang akhir tahun, jempol-jempol jahat kembali beraksi, menyebarkan meme hoax yang mencatut nama Abah, terutama melalui WA Group. Terusno. Aku rapopo. Gusti Allah mboten sare. Malaikat pun mencatat semuanya," tulis Ienas di Twitter-nya, Selasa (28/12/2021). Istri Ulil Absar Abdallah ini mengatakan, kali ini dia mendapat banyak pertanyaan akan kebenaran meme tersebut. "Hari ini ada dua orang yang menanyakan kebenaran meme itu melalui japri. Keduanya tokoh intelektual muda yang cukup berpengaruh. Bahkan salah satunya meneruskan pertanyaan dari salah satu pejabat tinggi negeri ini. Kebayang kan.. betapa massifnya peredaran meme hoax itu?" katanya. Dia menjelaskan bahwa meme itu pertama kali viral sekitar akhir tahun lalu. Berawal dari tulisan panjang Iyyas Subiakto di Facebook. "Kemudian ada oknum yang mencomot sebagian isinya, dibuat meme dengan mencatut nama serta foto Abah" kata Ienas. . "Setelah kami klarifikasi, mereda. Eh, sekarang muncul lagi" sambungnya. Terima kasih kepada semua teman yang berkenan me-retweet dan menyebarkan klarifikasi ini, terutama di WA Group. Kelihatannya sepele, tapi sangat bermakna bagi kami sekeluarga, yang sudah lelah ditanyain berkali-kali," pungkasnya. Ada pun meme itu terlihat foto Gus Mus dengan narasi berikut: "Jadi warga keturunan Arab, jangan klaim bahwa kalianlah yang pertama mengajari kami berislam, karena ada Wali Songo yang telah lebih dulu membimbing kami, bahkan 3 diantaranya dari Cina. Biarkan kami beragama Islam melakukan hablumminallah dan hablumminnas dengan cerdas, bukan teriak takbir, tapi kelakuan kafir. "Kami akan ikuti akhlak Rasulullah sebagai pedagang yang menghidupi jutaan manusia. Itulah yang dilakukan orang Cina. Jangan tularkan kepada kami kebiasaan perang, biarkan kami terbiasa menjadi pedagang, tetapi bukan dagangan agama, menjual surga.” (Dal/fin).

Sumber: