Apa Efeknya jika Vaksin saat Berpuasa?

Apa Efeknya jika Vaksin saat Berpuasa?

Vaksin COVID, Image oleh cromaconceptovisual dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Vaksinasi adalah salah satu cara untuk memangkas risiko seseorang terkena COVID yang disebabkan paparan virus corona.

Namun hingga kini, masih banyak juga pihak yang belum divaksin, mungkin lantaran takut akan efeknya.

Ada juga bertanya adakah efek menerima vaksinasi saat berpuasa, dan adakah risiko yang harus ditanggung?

Hal itu ditanya oleh seseorang di forum Tanya Dokter di salah satu situs telemedicine terkemuka Tanah Air.

Well, untuk kasus yang seperti ini menurut dr. Velika Devina, tidaklah ada yang perlu dikhawatirkan. Karena kaitan antara makan/minum dan vaksinasi itu tidaklah ada.

"Tidak ada rekomendasi khusus yang menyatakan bahwa, sebelum atau sesudah mendapatkan vaksinasi diwajibkan untuk makan dan minum," kata dr. Velika Devina seperti dikutip FIN dari Alodokter.

"Anjuran untuk makan dan minum sebelum serta setelah vaksinasi, hanya bertujuan untuk membuat penerima merasa lebih nyaman," jelasnya.

Ia juga menambahkan jika orang-orang tidak perlu mengkhawatirkan soal efektifitas vakin, apabila di terima saat berpuasa.

"Tidak makan atau tidak minum sebelum atau sesudah vaksinasi, tidak akan memberikan efek apa pun baik terhadap kerja / efektivitas vaksin maupun efek samping vaksin," jelasnya.

Menerima vaksin saat berpuasa, lanjutnya lagi, tidak akan menyebabkan tubuh kemudian melemah, atau menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.

Jadi intinya, menerima vaksin corona saat menjalankan puasa, tidak akan berdampak seperti yang mungkin ditakutkan sebagian pihak.
Efek Omicron pada Mereka yang Terlindungi Tiga Dosis Vaksin

Menurut ahli mereka yang terpapar Omicron, namun terlindungi oleh tiga dosis vaksin, hanya akan mengalami gejala singkat yang disebabkan oleh paparan corona itu.

Klaim itu dikeluarkan oleh para ahli dari King's College London, usai mempelajari ribuan data pasien COVID, yang terpapar Omicron dengan kriteria di atas.

Gejala yang disebut mirip yang kena flu biasa itu, bertahan antara 4 hingga 8 hari, jika mereka sudah mendapatkan tiga dosis yang dimaksudkan.

Akan tetapi, studi itu tidak menyebutkan efeknya terhadap mereka yang terpapar varian BA.2, terhadap mereka yang terlindungi tiga dosis vaksin.

Sumber: