Gak Perlu Impor, Produsen Vaksin Zifivax Mampu Produksi 15 Juta Dosis Vaksin Halal

Gak Perlu Impor, Produsen Vaksin Zifivax Mampu Produksi 15 Juta Dosis Vaksin Halal

Ilustrasi - Vaksin Covid-19-Istimewa-

JAKARTA, FIN.CO.ID - Produsen vaksin Zifivax, PT Jakarta Biopharmaceuticals Industry (JBio), disebut siap jika diminta memenuhi stok 15 juta dosis vaksin untuk kebutuhan masyarakat. 

Sebagaimana diketahui, vaksin Zifivax adalah salah satu dari vaksin yang sudah bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), selain juga Sinovac produksi China. 

(BACA JUGA:Ratusan Miliar Duit Penipuan Indra Kenz Disita, PPATK: Gak Ada Jaminan Uang Korban Bisa Kembali )

JBio sendiri sebelumnya sudah menyatakan bakal membangun dua pabrik untuk produksi vaksin di dalam negeri.

DIberitakan sebelumnya, PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia (Biotis) dan PT Jakarta Biophramaceuticals Industry (JBio) akan melakukan investasi di bidang farmasi dan vaksin di Indonesia.

Kedua perusahaan itu akan mendirikan 2 pabrik secara terpisah di Kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Kawasan Cikande, Kabupaten Serang, Jawa Barat. 

Kedua perusahaan ini juga menggandeng Anhui Zifei Loncom, sebuah perusahaan Bio Technology dari China, untuk produksi dan pengadaan vaksin Covid-19, Zifivax, di Indonesia melalui kerjasama produksi fill and finished. 

(BACA JUGA:Kementerian PUPR Jamin Kemantapan Jalan Nasional dan Jalan Tol di Banten dan Lampung )

"Ya, kalau saya ditanya. Kalau ada yang mau beli, kami siap 15 juta besok pagi juga," ujar Direktur Pemasaran PT Jakarta Biophramaceuticals Industry (JBio) Chairuddin dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu 9 April 2022. 

Sebagai informasi, PT JBio bersama PT Biotis dan Anhui Zifei, adalah produsen dari Vaksin COVID-19 Zifivax di Indonesia. 

Vaksin ini telah mendapatkan izin Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM, baik untuk vaksin primer maupun untuk vaksin booster. 

Menurut Chairuddin, pihaknya sudah menawarkan ke pemerintah terkait vaksin Zifivax. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada respons dari pemerintah. 

(BACA JUGA:Menteri PUPR Resmikan Rusun Santri Yayasan Bhakti Bapak Emak di Jombang)

"Kami punya vaksin halal, hasilnya juga bagus. Silakan tanya di Badan POM. Tetapi pemerintah tidak ada respons. Jadi kita diam-diam aja lah," kata Chairuddin. 

Sumber: