Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 2022, Berdasarkan Hasil Hisab Semua Sepakat Bahwa...

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 2022, Berdasarkan Hasil Hisab Semua Sepakat Bahwa...

Ilustrasi metode pemantauan hilal.--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Masyarakat muslim Indonesia menanti penetapan awal Ramadan 2022 atau 1442 Hijriah oleh Kementerian Agama. 

Kemenag, bakal memantau hilal di 101 lokasi di seluruh provinsi di Indonesia. 

(BACA JUGA:Puan-Anies Duet di Pilpres 2024, Pengamat: Bakal Kawin Politik PDIP dengan NasDem)

Pemantauan ini, dilakukan sebelum melaksanakan sidang isbat untuk menentukan awal bulan Ramadan pada 1 April 2022.

Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang dijadikan sebagai acuan dalam menentukan permulaan bulan dalam kalender Islam.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Adib mengatakan, pemantauan hilal atau rukyatul hilal akan dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag serta Kantor Kemenag kabupaten/kota bekerja sama dengan instansi terkait lain dan organisasi masyarakat Islam di daerah.

Adib menjelaskan bahwa hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil pemantauan hilal akan dijadikan sebagai masukan dalam sidang isbat untuk menentukan awal bulan Ramadan.

(BACA JUGA:Rusia Tak Berminat Rundingkan Gencatan Senjata, Kepung Pantai Sampai Perbatasan dengan Moldova)

Menurut dia, berdasarkan hasil hisab semua sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadhan jatuh pada 1 April 2022 atau 29 Syaban 1443 Hijriah sekitar pukul 13.24 WIB.

"Pada hari rukyat, 29 Syaban 1443 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit," kata dia, Jumat, 25 Maret 2022.

Sidang isbat penentuan awal ramadan, akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama setelah pemaparan posisi hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama.

Menurut Kepala Sub-direktorat Hisab Rukyat dan Syariah Kementerian Agama Ismail Fahmi, sidang isbat antara lain akan dihadiri oleh sejumlah duta besar dari negara sahabat serta perwakilan dari Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Perwakilan dari BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak, serta pemimpin organisasi kemasyarakatan Islam dan pondok pesantren juga dijadwalkan menghadiri sidang isbat.

"Sidang akan digelar secara hybrid, yakni daring dan luring. Sebagian peserta hadir di lokasi acara, sebagian mengikuti secara online melalui zoom meeting," kata Ismail.

Sumber: