Varian Baru Deltacron, Apa Bahayanya bagi Manusia?

Varian Baru Deltacron, Apa Bahayanya bagi Manusia?

Corona, COVID | Image oleh Gerd Altmann dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Para peneliti Inggris tengah meyelidiki varian baru corona, Delta-Omicron atau disingkat deltacron.

Varian hybrid dari dua jenis corona yang berbeda ini, sudah terkonfirmasi keberadaannya di beberapa negara.

Varian Deltacron ini menurut ahli, memiliki karakteristik yang dimiliki kedua jenis varian, namun seberapa bahaya terhadap manusia belum diketahui.

Setidaknya 41 pasien COVID di AS dan Eropa diketahui terpapar Deltacron sejak Januari lalu.

DI Inggris, beberapa kasus COVID terkait Deltacron baru teridentifikasi dalam jumlah kecil.

Pada Februari lalu, Health Security Agency di Inggris sudah mengklasifikasikan Deltacron, sebagai 'varian dalam investigasi'.

Sementara WHO mengatakan jika pihaknya, masih melacak Deltacron, dan membawa temuan ini dalam pembahasan badan kesehatan dunia itu.

Inggris sendiri mulai melaporkan lonjalan masif angka pasien rumah sakit, terkait dengan COVID dalam beberapa waktu ke belakang.

“(Ditemukan adanya) peningkatan besar dalam kasus baru dan lansia adalah yang paling dikhawatirkan (berisiko terpapat).

"(Saat ini) jumlah kasus rawat inap tengah meningkat pesat untuk pertama kalinya, kata Professor Tim dari ZOE, seperti dikutip FIN (11/3) dari The Sun.

Menurut Prof Tim, lonjakan angka rawat inap ini sendiri sudah jauh hari diprediksi. Penyebabnya adalah terkait kelonggaran protokol kesehatan yang diberlakukan.

Menurut dia, tidak akan mengherankan jika dalam waktu ke depan, angka itu akan terus bertambah. Ke depannya, 1 dari 30 orang diprediksi punya potensi terpapar corona.

Sumber: