Surga Dunia, Piknik ke Hawaii Gak Perlu Vaksin Booster Cukup Karantina Saja

Surga Dunia, Piknik ke Hawaii Gak Perlu Vaksin Booster Cukup Karantina Saja

Ilustrasi pantai di Hawaii-Photo by Asad Photo Maldives from Pexels-

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pemerintah Hawaii memutuskan untuk membatalkan rencana mewajibkan pelancong melakukan vaksin booster, jika tidak ingin melakukan karantina sebelum masuk wilayah itu. 

Sebelumnya, Gubernur Hawaii David Ige memang memiliki wacana untuk mewajibkan turis mendapat vaksin COVID-19 dosis ketiga (booster) bila ingin datang ke negara tersebut tanpa karantina.

Kebijakan itu diluncurkan ketika kasus infeksi COVID sedang memuncak beberapa waktu lalu.  Namun sejak infeksi COVID memuncak pada 21 Januari, jumlah kasus harian di Hawaii kini telah menurun dari 350 menjadi 78 per 100.000 orang.

David Ige kemudian mengumumkan bahwa protokol kesehatan masih sama seperti dulu. Pelancong tidak harus sudah divaksin booster untuk datang ke Hawaii.

"Kami mempertimbangkan penurunan jumlah kasus COVID-19 di Hawaii, benua Amerika, dan Eropa. Rawat inap juga menurun. Selain itu, kami melihat tingkat vaksinasi Hawaii yang tinggi dan dukungan swasta dan organisasi agar karyawan mereka divaksinasi demi keselamatan keluarga dan masyarakat, ”kata Gubernur Ige, dikutip dari Forbes, Kamis 10 Februari 2022. 

Mereka tetap menerima pelancong untuk membantu memulihkan pariwisata mereka yang terpuruk akibat pandemi. 

Di dalam Hawaii Safe Travels Program, turis yang tiba di sana wajib memperlihatkan bukti vaksinasi untuk melewati kewajiban tes sebelum berangkat atau karantina lima hari.

Mendapatkan vaksinasi penuh yang terkini artinya mendapat suntikan dua kali vaksin Moderna atau Pfizer atau satu suntikan vaksin Johnson & Johnson.

Meski demikian, otoritas kesehatan Hawaii tidak menutup kemungkinan nantinya dosis penguat alias vaksin booster diwajibkan bagi para pelancong yang ingin ke Hawaii.

Sumber: