Awas! Kontak dengan Burung Merpati Berisiko Terinfeksi Pneumonia, Kok Bisa?

Awas! Kontak dengan Burung Merpati Berisiko Terinfeksi Pneumonia, Kok Bisa?

Penyakit pneumonia- Ilustrasi -Kemenkes-Kemenkes

JAKARTA, FIN.CO.ID - Salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian terbesar pada orang dewasa dan anak-anak adalah Pneumonia.

Pada tahun 2019, penyakit pneumonia merenggut nyawa sekitar 2,5 juta orang di dunia. Dari jumlah itu, 672.000 di antaranya anak-anak.

Pneumonia ini dapat disebabkan berbagai macam kuman. Seperti bakteri, virus, dan jamur. 

(BACA JUGA:Vape Bisa Tingkatkan Resiko Terkena Pneumonia)

Beberapa jenis kuman antara lain Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza. Selain itu, virus pernapasan seperti virus penyebab pilek, flu, dan COVID-19. 

Ini banyak ditemukan pada orang dewasa dan lansia berusia 65 tahun ke atas dengan pneumonia. 

"Penyakit pneumonia menyerang paru-paru dan bisa dialami siapa saja. Mulai dari anak-anak hingga dewasa," kata dokter spesialis paru di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rania Imaniar, Minggu (23/1/2022).

(BACA JUGA:Gejala Khas Pneumonia, Batuk Disertai Sesak Napas)

Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena pneumonia. Yaitu mereka yang memiliki riwayat penyakit penyakit kronik. Seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma dan gagal jantung.

Menurutnya, kebersihan mulut dan gigi yang buruk, kontak erat dengan binatang tertentu seperti burung merpati dapat berisiko terinfeksi pneumonia.

Risiko lainnya yaitu menggunakan produk tembakau. Terutama produk yang dihisap, berpergian ke daerah tertentu serta usia di atas 65 tahun.

(BACA JUGA:Indonesia Waspadai Virus Pneumonia)

Tanda dan gejala pneumonia dapat berpengaruh ke organ lain di seluruh tubuh. Gejala yang timbul antara lain sakit kepala, jantung berdebar, mual atau muntah, kulit yang mengalami perubahan warna menjadi biru.

Tak hanya itu. Seseorang juga bisa kehilangan nafsu makan serta mempengaruhi suasana hati.

Sumber: berbagai sumber