Bukan Hanya Paru-paru, Covid-19 Ternyata Juga Bisa Berdampak Pada Otak Manusia, Buktinya Nyata!

Bukan Hanya Paru-paru, Covid-19 Ternyata Juga Bisa Berdampak Pada Otak Manusia, Buktinya Nyata!

Covid-19 Bisa Berdampak Fatal Terhadap Otak Manusia-Tumisu-Pixabay

JAKARTA, FIN.CO.ID – Covid-19 sebagian besar dianggap sebagai penyakit yang bisa memengaruhi kinerja paru-paru manusia.

Akan tetapi ternyata Covid-19 tidak hanya merusak paru-paru karena penelitian terbaru menyebut virus tersebut juga bisa menyerang otak manusia.

Selain menyebabkan gejala fisik yang jelas, Covid-19 juga dapat memicu gejala neurologis dan inilah yang cenderung bertahan lebih lama.

Melansir dari laporan NYPost, beberapa petugas medis terkejut ketika orang mulai mengeluh sakit kepala, delirium, kabut otak, dan kehilangan penciuman atau rasa pada awal pandemi.

(BACA JUGA:Viral Atap Masjid Dibongkar Karena Mirip Gereja, Pemkab Buka Suara)

(BACA JUGA:Dewas KPK Gelar 7 Sidang Etik Sepanjang 2021)

Dan pada penyakit yang lebih parah, hal-hal seperti stroke dan penyumbatan pembuluh darah di otak segera dilaporkan.

Serangkaian penelitian yang sangat positif menunjukkan Omicron lebih ringan daripada jenis lainnya, dengan laporan resmi Inggris pertama yang mengungkapkan risiko rawat inap adalah 50 hingga 70 persen lebih rendah dibandingkan dengan Delta.

Vaksinasi Covid dikatakan bisa melindungi diri dari Omicron dan menawarkan kesempatan terbaik untuk melewati pandemi, pejabat kesehatan telah berulang kali mengatakan.

Menurut Profesor James Goodwin, satu dari lima pasien Covid bisa menderita penyakit pembuluh darah otak,

(BACA JUGA:Kabar Gembira, Badan Anti Doping Dunia Bolehkan Indonesia Kibarkan Bendera di Event Olahraga Internasional)

(BACA JUGA:Heboh Roy Suryo Singgung Ibu Kota Baru Nusantara: 'Kepala Daerahnya Mantan Napi?')

Dia menjelaskan faktor tersebut terjadi karena infeksi membuat sistem kekebalan kita menjadi overdrive dan pada beberapa orang yang memiliki viral load yang besar, hal itu dapat menyebabkan respons yang tidak terkendali.

Maka dari itu bisa terjadi pelepasan sejumlah besar molekul inflamasi, yang dikenal sebagai badai sitokin ke area yang terinfeksi.

Terlebih dalam hal mempengaruhi paru-paru, dan dapat memicu sindrom gangguan pernapasan akut, kegagalan dan terkadang kematian.

Tapi bukan hanya paru-paru yang terkena sistem kekebalan secara berlebihan – organ lain seperti jantung, hati dan ginjal bisa rusak karena oksigen rendah, peradangan dan pembekuan darah.

(BACA JUGA:Beradegan 'Panas' dengan Reza Rahadian, Anya Geraldine Ngaku Minta Izin Dulu ke Pacar)

(BACA JUGA:Pelapor Gibran-Kaesang Diteror Orang, Eko Kuntadhi: Bentar Lagi Ngaku Dilempari Kepala Anjing)

Otak juga bisa terkena dampaknya, dan mendapat luka dalam upaya tubuh untuk melawan virus.

Profesor Goodwin mengatakan petugas medis sekarang tahu bahwa Covid masuk ke otak melalui pembuluh darah tertutup rapat yang mengelilingi organ.

Lonjakan virus menangkap reseptor, bereplikasi di dalamnya dan kemudian pindah ke otak.

Dengan tubuh dalam mode panik, respons peradangan mencoba mengalahkan virus dengan memecah pembuluh darah, menyebabkan kerusakan yang juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh.

(BACA JUGA:Polisi Benarkan Jemput Paksa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti: Karena Mangkir Dua Kali)

Berikut 7 peristiwa neurologis yang disebabkan oleh Covid:

- Sakit kepala

- Kabut otak

- Igauan

- Stroke

- Darah beku

(BACA JUGA:Sepanjang 2021, Dewas Ngaku Terima 77 Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Insan KPK)

(BACA JUGA:Pelapor Gibran-Kaesang Diteror Orang, Eko Kuntadhi: Bentar Lagi Ngaku Dilempari Kepala Anjing)

- Kehilangan indera penciuman

- Halusinasi

Setelah sembuh beberapa orang kemudian dapat mengalami gangguan neurologis, perilaku atau psikiatri yang serius, karena bekas luka (sering bersifat sementara) yang tertinggal di otak.

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


Risto Risa

Tentang Penulis

Sumber: