Mataram Kewalahan Sediakan Hotel, Rumah Warga Disiapkan bagi Penonton MotoGP Mandalika

Maket Sirkuit MotoGP Mandalika dan sejumlah penginapan-dok-net

MATARAM, FIN.CO.ID - Jelang MotoGP Mandalika, jumlah penginapan sudah terisi penuh. Rumah warga akan disiapkan untuk menampung penonton yang akan mendatangi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, NTB, Nizar Denni Cahyadi mengatakan sesuai permintaan BUMN, pihaknya harus menyediakan 70 ribu penginapan tambahan untuk menampung tamu MotoGP.

Sedangkan hasil rapat koordinasi antara Pemkot Mataram dan Hospitality of Indonesia Network (HIN), pihak yang mengurus penginapan tambahan, Kota Mataram harus menyiapkan 25 ribu rumah warga sebagai alternatif.

"Kesiapan kita mungkin tidak sebanyak yang diminta. Mereka minta 25 ribu rumah kan tidak mungkin. Sedangkan rumah di Mataram saja kapasitasnya tidak sampai sekian," ujarnya dilansir radarlombok.co.id, Jumat, 14 Januari 2022.

Untuk menyiapkan rumah warga, pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan Camat dan Keluarahan serta stakeholder lainnya.

"Kita akan rapatkan kira-kira mana dulu rumah yang siap dan bisa kita informasikan datanya ke BUMN ini," katanya.

Dikatakannya, pihaknya akan berusaha memenuhi kebutuhan rumah warga untuk tamu MotoGP. Termasuk menyiapkan rumah kos-kosan.

"Makanya ini kita akan data besok mana yang sudah siap dulu," ungkapnya.

Diungkapkannya, dijakannya rumah warga sebagai penginapan alternatif sebagai peluang yang baik. Dan manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat.

"Jadi nanti tidak ada lagi slogan misalnya Mataram dapat apa. Ya ini kita usahakan untuk masyarakat dapat manfaat dari MotoGP ini," terangnya.

Krriteria rumah warga yang akan dijadikan penginapan alternati, salah satunya dekat dengan sejumlah sarana penunjang.

"Itu kriteria yang tidak diwajibkan. Kewajibannya ada kamar, tempat tidur dan kamar mandi yang paling penting. Terus paling tidak ada rumah makan didekat sana," terangnya.

Terkait harga, Denni menyebut akan dibahas lebih lanjut. Pastinya harus di bawah harga kamar hotel.

"Kalau hotel melati Rp125 ribu, rumah warga mungkin maksimal Rp100 ribu. Tapi kan tergantung rumahnya juga nanti lengkapnya seperti apa. Kita tunggu hasil rapat lanjutannya," jelasnya.

BERITA TERKAIT

//