Minyak Sentuh Level Tertinggi Dua Bulan, Harga Pertamax cs Naik?

Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai--Pertamina

 

JAKARTA, FIN.CO.ID - Harga minyak sentuh level tertinggi dua bulan, Kamis, di tengah ketatnya pasokan karena persediaan minyak mentah di Amerika Serikat merosot ke tingkat terendah sejak 2018.

Selain itu, minyak sentuh level tertinggi karena dollar AS melemah, serta meredanya kekhawatiran tentang varian Omicron virus corona.

Persediaan minyak mentah AS turun 4,6 juta barrel pekan lalu menjadi 413,3 juta barrel, terendah sejak Oktober 2018. Analis bahkan memperkirakan penurunan cadangan hingga 1,9 juta barrel dalam jajak pendapat  Reuters.

(BACA JUGA:Isu Pasokan Jadi Kekhawatiran, Harga Minyak Terkoreksi)

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak 95 sen, atau 1,1 persen, menjadi USD84,67 per barrel.

Sementara itu, patokan Amerika, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melesat USD1,42, atau 1,8 persen, menjadi USD82,64 per barel.  

Tidak Berpengaruh ke Harga BBM Pertamina

Kenaikan minyak dunia itu disebut belum akan mempengaruhi harga penjualan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, khususnya BBM Pertamina.

(BACA JUGA:Gangguan Produksi Bikin Harga Minyak Melambung Tinggi)

Sebab, Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha niaga umum yang ditugasi menyalurkan BBM Pertamina di Indonesia, belum memiliki mekanisme penyesuaian harga yang bersifat otomatis.

Sehingga hal itu membuat harga BBM Pertamina tidak berubah sesuai mekanisme pasar, meski harga minyak dunia berada di level tertinggi seperti saat ini. 

“Karena tidak ada regulasi pendukung,” kata Pengamat Energi AEPI, Salamuddin Daeng di Jakarta, Kamis, 13 Januari 2022. (git/fin)

 

BERITA TERKAIT

//