Meluas ke Filipina, Uber Tutup 240 Akun

Meluas ke Filipina, Uber Tutup 240 Akun

MANILA - Filipina mengumumkan korban tewas pertamanya karena virus corona tipe baru. Dia adalah seorang pria berasal dari Wuhan, orang pertama yang tercatat telah meninggal akibat virus tersebut di luar Cina. Sementara Uber perusahaan jasa transportasi di Meksiko Departemen Kesehatan mengatakan saat ini ada dua infeksi yang terkonfirmasi di Filipina, termasuk pria Cina berusia 44 tahun itu, yang meninggal pada 1 Februari. ”Pria itu mengalami radang paru-paru yang parah setelah dirawat di rumah sakit,” terang juru bicara Departemen Kesehatan Filipina, Minggu (2/2). Kematian itu merupakan kasus pertama yang diketahui tentang seseorang yang meninggal karena virus itu di luar Cina, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Pengumuman departemen kesehatan itu menyusul tindakan pemerintah Filipina untuk memperluas larangan perjalanannya di tengah berjangkitnya virus itu hingga mencakup semua orang asing yang datang dari Cina. Sebelumnya pemerintah membatasi hanya mereka yang datang dari Provinsi Hubei, pusat berjangkitnya virus. Larangan itu juga meliputi orang asing yang datang dari Hong Kong dan Macau, kata asisten khusus Presiden Rodrigo Duterte, Senator Christopher Bong Go. Perusahaan taksi daring Amerika Serikat Uber Technologies Inc, menyatakan telah membekukan 240 akun pengguna yang baru-baru ini mungkin melakukan kontak dengan orang-orang yang kemungkinan tertular virus corona baru. Virus corona yang baru teridentifikasi itu telah menimbulkan kekhawatiran karena menyebar dengan cepat. Selain itu, masih banyak ketidakpastian menyangkut virus tersebut, yang diyakini berasal dari binatang yang dijual secara ilegal di sebuah pasar hewan di Wuhan, Cina, tahun lalu. Sembilan orang yang awalnya diduga tertular, sudah dinyatakan negatif mengidap virus itu. Uber sebuah perusahaan jasa transportasi setempat dalam lama Twitter-nya menegaskan dua pengemudi kemungkinan telah membawa seorang pengguna, yang kemungkinan tertular virus corona baru. Uber juga mengatakan para pengguna yang akunnya dibekukan harus melapor kepada badan kesehatan setempat jika mereka mengalami beberapa gejala. Kantor berita negara Meksiko Notimex melaporkan 18 dari 52 mahasiswa Meksiko yang sedang menempuh pendidikan di Cina sudah kembali ke Tanah Air. Notimex tidak menyebutkan apakah mahasiswa-mahasiswa itu dikarantina. (fin/ful)  

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: