India Bayar Mahal Pelatih Bulu Tangkis asal Indonesia

India Bayar Mahal Pelatih Bulu Tangkis asal Indonesia

JAKARTA - Federasi bulu tangkis India (BAI) berencana untuk merekrut pelatih asal Indonesia. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Pasalnya, prestasi dua pebulu tangkis India dari sektor tunggal putra dan putri mengalami penurunan yang tajam, terutama dalam peringkat BWF. Sekjen BAI, Ajay Kumra Singhania menyatakan, bahwa menurunnya sektor tunggal putra dan putri saat ini menjadi sebuah keputusan untuk berniat meendatangkan pelatih asal Indonesia, yakni Agus Dwi Santoso. Singhania mengungkapkan, bahwa dipilihnya Agus sebagai pelatih yang akan didatangkannya, bukan tanpa pertimbangan yang matang. Menurutnya, BAI telah melakukan pendekatan ke beberapa kandidat yang bakal menjadi pelatih. Namun, nama Agus yang begitu memenuhi kriteria BAI. "Ketika kami mengiklankan tentang posisi kepelatihan, hanya dia pelamar yang kami terima. Kami meneruskan itu ke BAI," ujar Singhania. Saat ini, kabarnya BAI tinggal menunggu tanda tangan kontrak Agus Dwi Santoso yang direncanakan sebagai persipan Olimpiade Tokyo 2020. "Ketika kami mendapatkan izin Kementerian resmi, BAI akan menawarkan kontrak padanya dan dia harus sudah bersama kami pada awal Maret," ujarnya. Kabarnya lagi, demi mendapatkan jasa Agus, BAI siap merogoh kocek dalam setiap bulannya. Dilansir dari The Times of India, BAI siap memberikan gaji per bulannya untuk Agus sebesar USD8000 atau setara Rp.114 juta. Jika bersedia, Agus sudah harus berada di India sejak awal Maret mendatang. Dapat diketahui, setelah menyabet gelar juara dunia pada 2019, tunggal putri andalan India, Pusarla Venkata Sindhu, diketahui mengalami penurunan drastis. Hal itu dialami Sindhu usai dirinya ditinggal mundur sang pelatih Kim Ji-hyun. Selain Sindhu, tunggal putra India, Kidambi Srikanth, juga belum berhasil bangkit dan kembali ke performa terbaiknya. Mantan tunggal putra nomor 1 dunia itu tak berhasil meraih satu pun gelar individu pada turnamen BWF World Tour Series selama musim 2019. (der/fin)

Sumber: