SERIE A: Capolista Rasa Corona

SERIE A: Capolista Rasa Corona

ROMA - Simone Inzaghi belum mau sesumbar usai Lazio merebut Capolista pertama kali sejak 10 tahun lalu. Bagi allenatore elang ibukota itu, scudetto bisa diraih jika mereka tetap tampol konsisten di 11 laga tersisa. "Kami akan melewatkan laga-laga berbahaya, tak ada yang ingin melihat kami seperti ini," ujar adik legenda AC Milan, Filippo Inzaghi itu kepada Sky Sport Italia. Ya, Biancocelesti, julukan Lazio, akhirnya menambah deretan 24 kali tak terkalahkan usai menggulung Bologna 2-0, Sabtu (29/2) malam WIB. Lazio memang tampil lepas. Usai gagal lolos ke babak 32 besar Liga Europe, mereka kini lebih fokus dengan Serie A. Berbeda dengan Juventus dan Inter yang harus meramu banyak formula agar skuatnya tak tumbang baik di Eropa maupun di domestik. Juventus masih menyisakan satu leg melawan wakil Perancis, Lyon di fase knock out. Sementara, Inter mulai tersenyum usai lolos ke babak 16 besar Liga Europe. "Kami merebut scudetto, bukan hal yang mengejutkan di sini (Serie A). Kami pernah memenangkan Coppa Italia dan Piala Super Eropa dalam tiga tahun terakhir. Lolos ke empat besar sudah biasa kami nikmati. Berada di posisi teratas bagi saya adalah hal yang wajar," katanya. via Sky Sport Italia Duduk sebagai capolista bak dejavu bagi Inzaghi. Menurutnya, momen ini sama halnya saat Lazio memenangkan scudetto Musim 1999- 2000. Saat itu, Inzaghi masih menjadi pemain. “Saya rasa atmosfir sama, saya melihat para pemain saling peduli satu sama lain. Sven-Goran Eriksson (pelatih saat itu) juga banyak memberikan keputusan-keputusan sulit di bawah tekanan. Tapi kami ikhlas menerima semua keputusannya," tandasnya. Mulusnya jalan Lazio ke puncak klasemwn bukan hanya datang dari konsistensi Insigne dkk, melainkan juga virus Corona. Ya, Derby d'Italia antara Juventus dan Inter di perebutan scudetti musim ini, harus ditunda hingga 13 Mei mendatang dikarenakan wabah tersebut Kendati capolista sudah di tangan, striker Lazio Joaquin Correa mengaku tak ada pembicaraan di ruang ganti yang menyebutkan ambisi untuk merebut scudetto. "Tak ada pembahasan ke sana (scudetto), tapi memang itu mimpi kami. Kami hanya membicarakan bagaimana untuk menang dan menjaga rekan satu sama lain," ujarnya. Di laga melawan Bologna, Correa menyumbang gol kedua Lazio. Itu merupakan gol pertamanya sejak November, usai berjuang melawan cedera. Setali tiga uang dengan sang pelatihnya, Correa menyebut bahwa Lazio adalah rumah kedua para pemain setelah keluarga. “Hal yang hebat tentang Lazio adalah kami layaknya saudara dan tidak pernah bertengkar, Ciro Immobile dan kawan yang lain tak pernah melihat saya sebagai rival," tandasnya. (fin/tgr)

Sumber: