69 WNI Dijemput dari Yokohama dengan Pesawat Airbus A330

69 WNI Dijemput dari Yokohama dengan Pesawat Airbus A330

JAKARTA - KRI dr Soeharso yang membawa 69 WNI kru Kapal Diamond Princess diharapkan berlayar sebelum pukul 03.00 WIB, Senin (2/3) menuju Pulau Sebaru yang akan memakan waktu perjalanan sekitar lima jam. Skenario ini memungkinkan setelah pesawat yang digunakan untuk melakukan evakuasi dari Jepang bakal tiba di Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Jawa Barat, Minggu (1/3) sekira pukul 23.00 WIB. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan di Majalengka menjelaskan 69 WNI yang dievakuasi dengan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor registrasi GA8750 tersebut diperkirakan tiba pada pukul 23.30 WIB di Bandara Kertajati.

BACA JUGA: Sanksi Hukum Bagi Pejabat Tak Serahkan LHKPN

Para WNI yang dijemput akan turun melalui pintu belakang pesawat berjenis Airbus A330 itu, dan langsung masuk ke lima bus RSPAD Gatot Subroto yang telah disediakan untuk dibawa ke Pelabuhan PLTU Indramayu. ”Saat turun di Pelabuhan PLTU Indramayu, para WNI tersebut akan dilakukan desinfektan dan menaiki KRI dr Soeharso,” terangnya. Tim kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok dan Balitbang Kesehatan Kemenkes akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara klinis sekaligus mengambil sampel spesimen untuk keperluan pemeriksaan laboratorium. Tim tersebut lalu turun dari kapal dan melanjutkan pemeriksaan spesimen di laboratorium, sementara KRI dr Soeharso berlayar ke Pulau Sebaru Kecil DKI Jakarta untuk melakukan masa observasi selama 14 hari. Ini setelah para kru juga telah menjalani masa observasi selama 14 hari di Kapal Diamond Princess. ”Sampai saat ini seluruh WNI yang dijemput dalam kondisi sehat. Mereka sudah mengalami karantina sebenarnya selama 14 hari di kapal, dengan basis data PCR yang dilakukan oleh otoritas Jepang dan semuanya negatif,” kata Yurianto. Ditambahkannya, para WNI yang dijemput telah dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum diizinkan meninggalkan Jepang. Namun pemerintah Indonesia tetap melakukan pemeriksaan kesehatan ganda begitu sampai di Tanah Air. Terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan alasan dipilihnya Bandara Kertajati, sebagai tempat untuk mendaratnya pesawat Garuda Indonesia yang memulangkan 69 WNI dari Yokohama, Jepang karena memiliki pergerakan pesawat yang belum terlalu banyak. ”Lalu lintas pesawat di sini paling sedikit, jadi sangat memungkinkan untuk dilakukannya pendaratan di sini. Kemudian, penerbangan terakhir di Bandara Kertajati yaitu jam 9 malam, sementara pendaratan pesawat Garuda yang membawa 69 WNI sekitar pukul 23.00 WIB,” papar Menhub dalam keterangan tertulisnya. Lebih lanjut Menhub mengatakan, Bandara Kertajati memiliki memiliki tempat yang luas, sehingga tidak akan mengganggu lalu lintas penerbangan. ”Kedua, tempatnya luas. Jadi selama tiga hari, pesawat itu tidak bergerak dari tempatnya karena ada sterilisasi oleh Kementerian Kesehatan. Kalau di tempat (Bandara, Red) lain, tempatnya penuh semua," tambahnya.

BACA JUGA: ‘Tolong Aku, Aku Punya Anak Kecil,’ Musharraf Berlutut Memohon ke Perusuh India

Sebagai informasi, mereka akan mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka pada malam ini sekitar pukul 23.00 WIB. Pesawat Garuda membawa 92 orang dengan rincian 69 ABK Diamond Princess diantaranya dua wanita dan 67 pria, serta didampingi oleh 11 kru dan 12 tim pendamping. Rencananya, setelah mendarat di Bandara Kertajati ke 69 WNI akan diangkut menggunakan 5 bus RSPAD Gatot Subroto menuju ke PLTU Indramayu milik PT PLN, kemudian dievakuasi menggunakan KRI Suharso dari dermaga PLTU Indramayu ke Pulau Sebaru guna karantina kesehatan selama 14 hari mendatang.

BACA JUGA: Ditinggal Nikah, Honorer Nekat Sebar Video Mesum Kekasih

Sementara itu, dari data yang diterima Fajar Indonesia Network, mayoritas WNI mayoritas pekerja asal Provinsi Bali mendominasi peserta observasi virus Corona (Covid-19) di Pulau Sebaru kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. ”Dari 188 orang awak Kapal World Dream, 60 persen berasal dari Bali,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya, Yudo Margono, di KRI Semarang-594, Minggu (1/3). Yudo menjelaskan aktivitas para pekerja di hari ketiga observasi masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Mereka setiap hari berolahraga untuk menjaga kebugaran fisik. Para peserta observasi juga diberikan hiburan musik hingga berkomunikasi dengan keluarga untuk menjaga kesehatan psikologis mereka. Para pekerja kapal World Dream itu merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba di Pulau Sebaru, Jumat (28/2) yang diantar oleh KRI dr Suharso-990. Mereka terdiri dari 172 laki-laki dan 16 perempuan. (tim/fin/ful)

Sumber: