Nadiem Makarim Dorong Kebudayaan RI Mendunia

Nadiem Makarim Dorong Kebudayaan RI Mendunia

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menilai sinergi antar pemangku kepentingan kebudayaan menjadi sangat penting. Tahun 2021 Pemerintah Indonesia harus bergerak untuk memamerkan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional. “Kita ingin menjadi budaya yang ofensif, di mana bukan hanya menunjukkan keberagaman dan kebinekaan di masing-masing daerah, tapi juga tampil di panggung dunia. Paling tidak di 2021 kita harus bergerak maju di panggung dunia memamerkan kekayaan kita yang luar biasa,” ujar Mendikbud dalam Rapat Koordinasi Nasional bidang Kebudayaan tahun 2020 di Jakarta.

BACA JUGA: ‘Tolong Aku, Aku Punya Anak Kecil,’ Musharraf Berlutut Memohon ke Perusuh India

Mantan Bos Gojek itu menjelaskan, perubahan pertama adalah organisasi dan struktur organisasi. Hilangkan sekat-sekat, sehingga aktivitas-aktivitas budaya lintas disiplin bisa terjadi dengan cara yang lebih efisien, lebih mudah, dan lebih lincah. Selanjutnya, jangan melihat seni dan budaya hanya sebagai suatu aktivitas masyarakat saja. Kebudayaan harus ditonjolkan dan dikembangkan sehingga menjadi alasan bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk datang ke daerah, sehingga akan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat di daerah tersebut. “Jadi budaya memberikan manfaat langsung ke ekonomi lokal, manfaat bagi masyarakat dari sisi ekonomi yang luar biasa, dan perkembangan ekonomi itu bisa benar-benar menjadi suatu hal yang besar, itulah kekuatan budaya,” katanya dalam keterangan tertulisnya kemarin (1/3). Dia menegaskan, pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Oleh karena itu pemerintah daerah harus benar-benar serius dalam melihat dan menggali keunggulan budaya yang dimiliki daerahnya masing-masing. Sementara itu pemerintah pusat berusaha meningkatkan anggaran untuk alokasi bidang kebudayaan. “Kita harus melihat budaya itu bukan hanya sebagai suatu hal yang terpisah tapi saya ingin bapak dan ibu, terutama kepala dinas untuk mulai memikirkan di masing-masing daerah, kalau ada orang dari luar datang dalam tujuh hari , destinasi mana yang harus dituju? Apa rencana perjalanan pendatang di tujuh hari itu? Jika bisa menjawab pertanyaan itu dan jawabannya adalah suatu hal yang menarik, di situlah kita bisa mulai melakukan pemanfaatan pengembangan yang didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujarnya. Lanjut dia, pendidikan dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan karena budaya memiliki keterkaitan erat dengan karakter bangsa. Oleh karena itu Mendikbud berharap adanya partisipasi dari kaum muda untuk lebih terlibat dalam inovasi dan kreasi budaya.

BACA JUGA: KKB Masuk Tembagapura, Polisi Atur Strategi

“Di benak kami di Kemendikbud itu pendidikan dan kebudayaan itu tidak bisa dipisahkan. Pendidikan tidak mungkin bisa menjadi suatu hal yang efektif tanpa ada unsur budaya dan seni yang kuat. Tidak mungkin bisa ada pendidikan berkualitas tanpa ada unsur budaya dan seni yang kuat, di dalam kurikulum, di dalam aktivitas, dan lain-lain," papar dia. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, soal kebudayaan tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, komitmen dan keberpihakan diterjemahkan dengan upaya pemajuan kebudayaan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. “Saya sebagai bagian dari Komisi X DPR merasa ini adalah satu prestasi terbesar yaitu terbitnya Undang-undang nomor 5 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujar Hetifah. Hetifah juga mengapresiasi daerah-daerah yang sudah menyusun pokok-pokok pikiran kebudayaan daerahnya masing-masing. "Kami meyakini bahwa kebudayaan merupakan investasi terbesar untuk berkontribusi dalam rangka membangun SDM unggul di masa mendatang, sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang berkemajuan, berbudaya, dan berkeadaban,” pungkas Hetifah.(din/fin)

Sumber: