Cerita Tetangga Hindu yang Bantu Sembunyi Keluarga Muslim dari Perusuh

Cerita Tetangga Hindu yang Bantu Sembunyi Keluarga Muslim dari Perusuh

NEW DELHI- Minggu malam itu, Safina (bukan nama sebenarnya), ketakutan dan panik mendengar suara pintu rumah digendor seseorang saat terjadi kerusuhan antara Hindu dan Muslim. Jalan-jalan mencekam, para perusuh dari kalangan Hindu mencari siapa saja yang beragam Islam lalu dibunuh. Keluarga Safina adalah satu-satunya muslim di Madhuban di wilayah Ghonda Utara di timur laut Delhi. Keluarganya terdiri dari Safina, suaminya yang lumpuh dan dua putranya. Saat digendor, Safina mengintip dari jendela kecil. Dia melihat tetangganya sedang berdebat dengan para pemuda sekitar 10 orang. "Saya mengintip dari jendela kecil dekat dapur dan melihat tetangga kami berdiri di luar pintu masuk kami dan berdebat dengan 10-15 orang yang tidak dikenal," kata Safina dilansir Gulfnews. Malam itu, Safina dipindahkan ke rumah tetangga mereka yang Hindu. Ada sekitar 30 tetangga Safina yang Hindu di distrik. Mereka terus berjaga-jaga saat suasana memburuk. Namun, suasana kekacauan makin meningkat. Tetangganya memutuskan untuk memindahkan keluarga Safina ke Gautampuri demi keselamatan mereka. "Tetangga kami meyakinkan kami bahwa mereka ada bersama kami, tetapi karena keadaan semakin memburuk, mereka mengatakan mereka tidak akan bisa melindungi kami jika ratusan massa datang. Mereka menyarankan kami untuk pindah ke daerah terdekat Gautampuri dan datang kembali hanya setelah semuanya menjadi normal," cerita Safina. Rajkumar Bharadwaj, tetangga Hindu Safina, membawa keluarga Safina ke Gautampuri pada dini hari tanggal 25 Februari. Anil Gupta, 49 tahun, mengatakan, "Sulit untuk menyelamatkan mereka. Kami ditanyai oleh para perusuh mengapa kami menyelamatkan umat Muslim. Tetapi kami harus, orang-orang di negara saya menderita. Entah orang Hindu atau Muslim." "Anak bungsu mereka yang paling dekat dengan saya. Setelah saya bawa mereka ke sini di Gautampuri, saya merasa lebih baik. Situasi sampai saat itu tidak begitu baik," kata Rajkumar Bharadwaj. Banyak harta benda hancur. Rumah dan Masjid dibakar massa. Banyak orang menyalahkan Kapil Mishra, seorang politisi yang ambisius yang dikenal membuat pernyataan anti-Muslim. Dia termasuk di antara mereka yang dituduh berbicara kebencian. Polisi dinilai gagal dalam meredam amarah massa Hindu. Dilaporkan nytimes, saksi mata mengatakan polisi New Delhi yang mana di bawah komando partai pengurus nasionalis Hindu, sengaja mundur dan membiarkan gerombolan Hindu membantai warga sipil Muslim. Agen intelijen dalam dinas kepolisian mengirim beberapa peringatan pada hari Ahad. Mereka meminta pasukan tambahan untuk dikerahkan, tetapi kekerasan dan kerusuhan tetap muncul. Kini 42 nyawa melayang dan 200 orang luka-luka. (dal/fin)

Sumber: