Penularan Lewat Cairan Bukan Udara

Penularan Lewat Cairan Bukan Udara

JAKARTA - Masker, baik berjenis N95 atau respirator bukanlah alat yang efektif menangkal virus corona. Sebab penularan virus tersebut bukan melalui udara, tapi cairan. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto tidak menyarankan orang sehat memakai masker. Organisasi kesehatan dunia atau WHO pun, menyarankan penggunaan masker hanya untuk orang sakit. “Yang sehat enggak usah, pakai. Percuma juga,” katanya, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (2/3).

BACA JUGA: Penasihat Pimpinan Tertinggi Iran Meninggal Akibat Virus Corona

Dijelaskan, Terawan, bagi mereka yang sehat dan menggunakan masker tapi masih melakukan kontak dengan tangan penderita corona, maka akan percuma. “Kalau yang sehat pakai (masker) juga percuma. Dia nanti pegang-pegang, tangannya, dan sebagainya. Tetap saja bisa kena (tertular),” katanya. Menkes pun menyarakan bagi yang sehat untuk menjauhi orang yang sakit agar tidak tertular. Di samping itu juga menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh. “Daripada itu (pakai masker) mending dia yang menjauhi orang sakit. Sementara yang sakit menutup diri,” katanya. Terawan juga mengatakan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang pada dasarnya bisa sembuh sendiri atau sama seperti virus lainnya. “Juga angka kematian dua persen atau di bawahnya. Tergantung imunitas tubuh. Makanya dari awal saya bilang jaga imunitas tubuh. Dari awal gerakan masyarakat hidup sehat itu terus kita gaungkan,” katanya.

BACA JUGA: Negara Tanggung Semua Biaya Pasien Virus Corona

Hal senada diungkapkan dokter spesialis pencegahan infeksi, Eli Perencevich. Dia mengatakan bahwa orang sehat tidak membutuhkan masker untuk menghindari virus corona. "Rata-rata orang yang sehat tidak perlu menggunakan masker dan mereka seharusnya tidak mengenakan masker," kata profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa itu, seperti dilansir Forbes, Senin (2/3). "Tak ada bukti dengan memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka. Mereka memakainya secara salah, dan mereka dapat meningkatkan risiko infeksi karena masker tersebut lebih sering menyentuh wajah mereka," tambahnya. Diterangkannya, virus corona ditularkan bukan melalui udara. Akan tetapi melalui tetesan atau cairan. Dengan demikian, seseorang tidak dapat menghirupnya secara acak. Bahkan masker dengan standar bedah sekalipun tidak dapat membantu seseorang terhindar dari virus corona. Menurutnya, masker dirancang untuk menjaga agar tetesan, cairan atau udara tetap bisa masuk bukan untuk mencegah masuk. Jadi pemakaian masker justru diperuntukkan bagi orang yang sakit sehingga tidak menularkan pada orang lain. "Jika Anda ingin mengenakan masker adalah ketika Anda sakit dan harus meninggalkan rumah. Jika Anda terserang flu atau mengira menderita corona, saat itulah kenakan masker untuk melindungi orang lain. Saat di rumah Anda merasa sedang sakit, Anda harus mengenakan masker untuk melindungi anggota keluarga Anda," jelasnya. Dia juga mengatakan untuk mencegah dan menghidari dari virus corona cara terbaik adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Serta berusaha tidak menyentuh bagian wajah. "Cobalah melatih diri untuk tidak menyentuh wajah terutama mulut dan hidung Anda," katanya. Selain itu, disarankan untuk selalu membawa cairan pembersih tangan. Agar tangan selalu bersih usai memegang sesuatu. "Hanya karena itu (virus corona) adalah virus pernapasan, bukan berarti virus itu masuk ke tubuh Anda melalui pernapasan," jelasnya. "Virus bisa masuk ketika tangan Anda yang terkontaminasi menyentuh mulut atau wajah Anda. Jadi, cuci tangan Anda, dan jangan menyentuh mulut atau wajah Anda tanpa mencuci tangan terlebih dahulu," lanjutnya. Cara lainnya adalah dengan menjauhi diri jika melihat seseorang batuk, bersin atau terlihat sakit. "jauhkan diri setidaknya tiga langkah kaki darinya. Sebab sejauh itulah sebagian besar cairan (virus) akan bergerak," katanya.(gw/fin)

Sumber: