Warga Miskin Luput dari Perhatian

Warga Miskin Luput dari Perhatian

SINJAI - Warga miskin di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara tak dapat bantuan pemerintah. Sudah 10 tahun lalu tak diperhatikan. Kondisi ini dialami Musliati (35). Janda tiga anak ini harus berjuang menafkahi anaknya yang masih kecil bersama ibunya yang sudah lanjut usia (lansia). Musliati bertutur, dirinya terakhir menerima bantuan beras miskin (raskin) sejak 10 tahun lalu. "Waktu pak Rudianto masih bupati saya masih terima raskin," ujarnya, Senin, 2 Maret. Suami Musliati sudah meninggal sejak dua tahun lalu. Meninggal di tanah rantau saat mencari nafkah sebagai nelayan di Pulau Jawa. Saat itu, anak bungsunya masih berusia dua bulan. Jenazah sang suami tidak dikembalikan ke kampung halaman karena keterbatasan anggaran.

BACA JUGA: Anggaran Kemenkes Ditambah

"Dulu saya jual kue, tapi sekarang saya sudah sakit-sakitan," urainya. Sri sapaan akrab Musliati memilih berobat herbal. Bukan berobat medis untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Lantaran terkendala biaya. Rumah yang ia tempat bersama ibu dan tiga anaknya cukup memprihatinkan. "Kalau hujan kami lari lagi ke rumah saudara. Atap bocor-bocormi," urainya. Kepala Dinas Sosial, Irfan telah memerintahkan anggotanya mengunjungi rumah Musliati di Kelurahan Bongki. Pihaknya berjanji akan memberikan bantuan sembako dan mendata agar dimasukkan penerima bantuan. "Kami langsung uruskan admnistrasinya untuk segera didata," kuncinya. (sir/dir)

Sumber: