Anggaran Sektor Pertanian Minim

Anggaran Sektor Pertanian Minim

PURBALINGGA - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purbalingga Puput Adi Purnomo menyoroti rendahnya anggaran dalam APBD Kabupaten Purbalingga, untuk pertanian. Hal tersebut menurutnya ironis, karena sekira 80 persen warga di Kabupaten Purbalingga berprofesi sebagai petani. Politisi PKB ini menjelaskan, sebagai daerah yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, seharusnya mengalokasikan dana yang besar untuk sektor pertanian. Hal itu, dilakukan agar sektor pertanian di Kabupaten Purbalingga bisa bersaing.

BACA JUGA: KPK Antisipasi Corona

"Untuk mendukung produktivitas para petani dalam menyediakan hasil produknya perlu didorong peningkatan anggaran pertanian. Saat ini anggaran pertanian di Purbalingga sangat kecil," jelasnya ditemui di ruang Fraksi PKB, Senin (2/3). Untuk lebih memberdayakan sektor pertanian, maka anggaran untuk pertanian perlu ditingkatkan. Sehingga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di sektor pertanian dapat meningkat. "Dari jumlah anggaran tersebut bisa diberikan dalam bentuk hibah, program dan kinerja," tambahnya.

BACA JUGA: Investor Banyak Larikan Dana ke Investasi Emas

Dengan dukungan anggaran yang mencukupi, menurutnya bisa ikut mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. Sebab, dengan meningkatnya hasil pertanian, maka perekonomian para petani juga akan semakin membaik. Komisi II sendiri saat ini, cukup konsen memperhatikan sektor pertanian di Kabupaten Purbalingga. Salah satunya adalah dengan mendorong Pemkab, untuk mengadopsi program dari daerah lain, yang bisa diterapkan dan mengangkat sektor pertanian di Kabupaten Purbalingga. (tya)

Sumber: