Siswa SMK Bunuh Diri Pakai Dasi

Siswa SMK Bunuh Diri Pakai Dasi

JAKARTA - Peristiwa Senin (2/3) pagi ini lantas membuat pihak keluarga dan tetangga di sekitar perumahan mendatangi rumah korban. Korban tercatat masih mengenyam pendidikan kelas X di salah satu sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Sungailiat. "Awalnya kami kaget karena heboh ribut-ribut sekitar jam delapanan tadi. Kirain karena ada persoalan PDAM karena ada petugas datang. Rupanya ada kejadian ini," kata salah satu warga di lokasi kejadian yang minta namanya tidak disebutkan. Informasinya, pelajar yang gantung diri ini ditemukan pihak keluarga saat sang ibu mengantar ayah korban bekerja. Setelah pulang korban ditemukan di bagian dapur belakang rumah dalam posisi tergantung. "Tergantungnya di kayu kecil atap rumah bagian dapur memakai dasi sekolah. Belum tahu apa masalahnya," ujar sumber itu lagi. Suasana duka menyelimuti rumah korban yang kemudian hadir pihak kepolisian dari Polsek Sungailiat dan Polres Bangka. Jenazah yang telah diturunkan dari tali gantungan diletakkan di ruang tamu serta dilakukan identifikasi oleh Unit Identiifikasi Satreskrim Polres Bangka. Tampak di lokasi hadir Kanit Reskrim Polsek Sungailiat Aiptu Reka Otorida, Kanit Tipiter Satreskrim Polres Bangka Ipda Husni, perangkat Kelurahan Surya Timur serta teman sekolah dan tetangga sekitar rumah korban. Belum diketahui pasti penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan cara tragis ini. Namun, pelajar berinisial nama RDS (16) itu tidak disangka kepergiannya oleh sang ibu yang kemudian memotong sendiri tali di leher anaknya. RDS saat ditemukan masih ada terdengar nafasnya hingga kemudian menghembuskan nyawa terakhir. RDS sendiri diketahui belakangan diduga menderita sakit tipes dan pernah demam panas dingin. Di keluarga, RDS tercatat sebagai anak bungsu dari empat bersaudara. Sementara itu, pihak kepolisian menerangkan, RDS pertama kali oleh ibu kandungnya Ju (50) dalam keadaan tergantung di kayu dapur rumah korban menggunakan dasi Sekolah. Pada saat kajadian, ibu korban baru pulang mengantar suami korban bekerja buruh tambang. Berdasarkan keterangan ibu korban, bahwa korban tidak mengalami sakit akan tetapi dalam sebulan ini korban sering melamun dan tidak banyak bicara, korban juga sudah pernah dua kali mencoba bunuh diri dengan cara memotong urat nadi menggunakan pisau dan menggantung menggunakan dasi akan tetapi diketahui oleh ibu korban. Dari pemeriksaan luar ditemukan pada bagian hidung mengeluarkan darah, mata sebelah kiri mengalami pendarahan, dan pada bagian tubuh tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban kemudian diputuskan pihak keluarga untuk dimakamkan. Dari pihak keluarga tidak berkenan untuk membawa korban ke rumah sakit, untuk selanjutnya dibuatkan surat pernyataan oleh pihak kepolisian.(trh)

Sumber: