Kemenag Kota Magelang Imbau Agen Umrah Hentikan Sementara Pendaftaran

Kemenag Kota Magelang Imbau Agen Umrah Hentikan Sementara Pendaftaran

MAGELANG UTARA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Magelang mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) tidak menerima pendaftaran paket umrah terlebih dahulu sampai ada kepastian dari Kerajaan Arab Saudi. Hal ini setelah Pemerintah Saudi mengeluarkan kebijakan penangguhan sementara akses masuk ke negaranya, baik untuk umrah maupun ziarah guna menyangkal penyebaran virus corona. Kepala Kemenag Kota Magelang, Sofian Nur mengatakan, pihaknya merasa perlu memberikan imbauan ke semua KBIH dan PPIU di wilayah setempat. Upaya ini untuk menghindari potensi kerugian yang dialami jamaah dan jasa travel umrah akibat ketidakpastian keberangkatan ke Arab Saudi. ”Sudah kami imbau kepada agen travel haji dan umrah agar pendaftaran bagi jamaah umrah sementara dihentikan terlebih dahulu. Sampai nanti ada pengumuman resmi dari Kemenag RI dan pemerintah Saudi,” kata Sofian, Senin (2/3). Dia juga mengimbau agar jangan sampai jamaah menyetorkan dananya untuk berangkat umrah. Apalagi untuk paket yang keberangkatannya dilakukan dalam waktu dekat. Sebab sejauh ini, kepastian tanggal keberangkatan juga belum ada. ”Kalau dirata-rata per dua bulan warga Kota Magelang yang berangkat ke Tanah Suci ada sekitar 30-40 orang. Untuk saat ini kami harap supaya agen dan biro perjalanan umrah tidak membuka pendaftaran terlebih dahulu. Tunggu dan bersabar saja, kita masih menunggu,” ujarnya didampingi Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Taufik Husen Ansori. Sementara itu, Direktur Paket Umrah Alsha Tour Perwakilan Magelang, Aris Suko membenarkan adanya edaran dari Kemenag untuk memberhentikan sementara pendaftaran jamaah umroh. Kebijakan itu seiring dengan penangguhan jamaah umrah di Arab Saudi oleh pemerintah setempat.”Itu sebenarnya tidak hanya terdampak di Indonesia, tapi di seluruh negara-negara lain di dunia. Asosiasi Umrah masih menunggu. Tapi kemarin ada edaran untuk melakukan jadwal ulang,” katanya. Biasanya, belasan orang setiap bulan bisa diberangkatan dari Paket Umrah Alsha Tour. Namun karena kebijakan tersebut, keberangkatan terpaksa ditahan terlebih dahulu, menunggu situasi lebih lanjut.”Sejauh ini baru ada satu orang yang mendaftar. Kami sudah sampaikan ke jamaah, adanya kebijakan tersebut. Kita sampaikan apa adanya,” ungkapnya. Jamaah umrah yang hanya satu orang itu, sedianya akan diberangkatkan pada tanggal 7 Maret 2020 nanti. Setelahnya, belum ada pendaftar lain sampai saat ini.”Kami menuruti kebijakan dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) untuk menunggu. Jamaah yang sudah terdaftar dan tinggal berangkat itu saya harap permerintah Indonesia Kemenag mengusahkannya, agar tidak terbakar. Kemudian ada reschedule selanjutnya. Kami dari kebijakan kantor, semua suruh menunggu dan tetap tenang,” pungkasnya. (wid)

Sumber: