Kasus Corona di Cina Mulai Berkurang, Lebih dari 2000 Pasien Sembuh

Kasus Corona di Cina Mulai Berkurang, Lebih dari 2000 Pasien Sembuh

BEIJING- Kasus virus corona di Cina terus bekurang pada Selasa (3/3). Kementerian kesehatan Cina mengumumkan hanya 125 kasus baru yang terdeteksi dalam 24 jam terakhir. Jumlah ini terendah di China sejak 20 Januari. Sementara ada 31 kematian baru yang dilaporkan, semuanya di provinsi Hubei. Angka-angka ini membawa jumlah total kasus di Cina menjadi 80.151 dengan 2.943 kematian. Sementara yang dinyatakan pulih sebanyak 2.410 pasien. Sebaliknya, di luar Cina, virus ini makin menggila. Di antaranya, Korea Selatan, Italia, dan Iran. Negara lain, ada Amerika, Moskow dan Berlin, serta Latvia, Indonesia, Maroko, Tunisia, Senegal, Yordania, dan Portugal. Jumlah kematian di seluruh dunia mencapai 3.000, dan jumlah kasus mencapai 89.000 di sekitar 70 negara. Pejabat kesehatan global berusaha meyakinkan publik bahwa virus tetap menjadi ancaman yang dapat dikelola. “Pengendalian layak dan harus tetap menjadi prioritas utama bagi semua negara,” kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dilansir Asosiasi Pers (AP). Negara yang paling para setelah Cina adalah Korea Selatan, Iran dan Italia. Korea Selatan pada Selasa melaporkan 477 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 4.812 dengan 28 kematian. Sebagian besar berada di kota tenggara Daegu dan kota-kota tetangga. Di Iran, orang kepercayaan pemimpin tertinggi Iran meninggal karena virus ini. Iran mengkonfirmasi 1.501 kasus dan 66 kematian. Namun angka ini diduga disembunyikan oleh otoritas Iran. Banyak yang meyakini bahwa angka kematian di Iran lebih tinggi karena virus corona. Kasus di Italia naik menjadi 2.036, termasuk 52 kematian. Para pejabat mengatakan itu bisa memakan waktu hingga dua minggu sebelum mereka tahu apakah tindakan termasuk mengkarantina 11 kota di Italia utara memperlambat penyebaran virus. (dal/fin)

Sumber: