Pengobatan Corona Tersedia Pertengahan 2020

Pengobatan Corona Tersedia Pertengahan 2020

WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menyatakan, bahwa pengobatan untuk mengobati pasien virus corona atau COVID-19 baru dapat tersedia pada musim panas ini atau musim gugur. "Vaksin mungkin tidak tersedia sampai akhir tahun ini atau awal tahun depan, tetapi pengobatan untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena virus korona dapat tersedia pada musim panas atau awal musim gugur," katanya, seperti dilaporkan AFP, Selasa (3/3).

BACA JUGA: Korban Corona Berikan Klarifikasi, Ini Penjelasannya

Pance menjelaskan, bahwa obat Gilead remdesivir digunakan untuk mengobati satu pasien yang terinfeksi di AS sebagai bagian dari percobaan, dan antivirus intravena juga sedang digunakan dalam uji coba di Asia. "Pengobatan potensial penting lainnya termasuk yang sedang dikembangkan oleh Regeneron, yang menggunakan antibodi monoklonal untuk melawan infeksi. Strategi yang sama terbukti efektif melawan Ebola," terangnya. Sampai saat ini, tercatat ada 52 kasus infeksi virus corona di AS. Para penduduk yang terjangkit tersebar di Arizona (1), California (18), Florida (2), Illinois (4), Massachussetts (1), New York (1), Oregon (3), Rhode Island (2), Washington (18, enam meninggal), Wisconsin (1), dan New Hampshire (1). Sementara itu, sebanyak enam penduduk Negara Bagian Washington, Amerika Serikat dilaporkan meninggal. Korban meninggal akibat infeksi virus corona tersebut termasuk empat lansia yang tinggal di panti jompo di Kirkland, Seattle. Mereka terdiri dari dua kakek berusia 70 tahun, dan dua nenek berusia 70 dan 80 tahun. Mereka meninggal saat dirawat di Rumah Sakit EvergreenHealth di Kirklan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan King County, Jeffrey Duchin, saat ini para penghuni dan petugas panti jompo tersebut saat ini diawasi kesehatannya secara ketat. "Jika ada yang mengalami gejala seperti demam, batuk dan sesak napas maka akan langsung diisolasi," kata Duchin. Sedangkan dua orang lainnya berada di lokasi berbeda. Karena situasi tersebut, Kota Redmond, Washington, menetapkan status darurat. Redmond dikenal sebagai lokasi kantor pusat perusahaan teknologi informasi Microsoft. Sebanyak 48 sekolah di Washington ditutup untuk menghindari penyebaran virus corona. Gubernur Washington, Jay Inslee, meminta penduduk untuk menghindari keramaian dan tidak bepergian jika tidak ada urusan mendesak. (der/afp/fin)

Sumber: