Kemendikbud Terbitkan Surat Edaran untuk Sekolah

Kemendikbud Terbitkan Surat Edaran untuk Sekolah

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan surat edaran bernomor 2729/C/PD/2020 tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit pneumonia yang menjadi salah satu gejala virus corona atau COVID-19 di lingkungan sekolah tertanggal 21 Februari 2020, yang salinannya diperoleh di Jakarta, Selasa. Dalam surat edaran yang ditandatangani Pelaksana Tugas Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Harris Iskandar tersebut, Kemendikbud meminta sekolah untuk mengoptimalkan kader kesehatan remaja atau dokter kecil di sekolah, dalam upaya menginformasikan pencegahan penyakit yang diakibatkan virus COVID-19 melalui cuci tangan pakai sabun. Kemendikbud juga meminta, agar sekolah dan puskesmas untuk saling berkoordinasi dalam pencegahan penularan penyakit infeksi saluran pernapasan tersebut.

BACA JUGA: Tak Ada Keseriusan Buru Harun Masiku

Warga sekolah juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan, serta turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19. Selain itu, warga sekolah juga diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar terhindar dari penularan virus COVID-19 tersebut. Dijelaskan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia). Kendati populasi yang paling rentan terserang penyakit ini adalah balita dan lansia. Gejala yang muncul akibat pneumonia di antaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Beberapa kasus ditemukan mengalami gejala yang lebih berat. Pada lansia atau orang yang memiliki penyakit penyerta, risikonya akan lebih tinggi dan bisa menimbulkan komplikasi. PDPI menjelaskan, ada tiga jenis pneumonia yang dibedakan berdasarkan dari mana sumber infeksinya. Pertama yaitu community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, hospital acquired pneumonia (HAP), dan ventilator associated pneumonia (VAP). "Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas. Angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang," tulis PDPI. Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim meminta, pemerintah segera membagi atau mendistribusikan masker ke sekolah-sekolah, sehingga warga sekolah bisa mengenakannya untuk mengantisipasi virus corona atau Covid-19. "Harga masker saat ini relatif tinggi plus untuk mendapatkannya susah di pasaran di beberapa daerah," ujarnya. Satriwan juga meminta, warga sekolah mengenakan masker selama proses pembelajaran berlangsung. Selain masker, pemerintah (daerah) diharapkan menyediakan antiseptik pembersih tangan di sekolah agar sekolah tetap menjaga pola hidup bersih dan terhindar dari penyebaran virus melalui tangan.

BACA JUGA: Warga Bekasi Diduga Terjangkir Virus Corona Meninggal Dunia

Satriwan juga menyarankan, bagi siswa yang batuk, flu, dan demam sebaiknya belajar di rumah dulu sampai sehat kembali. Tidak memaksakan diri ke sekolah demi kesehatan siswa yang bersangkutan dan siswa lainnya. "Kami juga mengimbau kepada siswa, guru, orang tua, dan warga sekolah untuk menerapkan pola hidup sehat, rajin mencuci tangan, meminimalisir sentuhan tangan, membuang sampah di tempatnya, dan melakukan aktivitas untuk kesehatan lainnya," katanya. FSGI juga memberikan apresiasi kepada sekolah yang sudah terlebih dulu berinisiatif membuat langkah antisipatif di sekolah masing-masing untuk mencegah penyebaran virus. "Dibutuhkan koordinasi, sosialisasi, konsultasi, dan sinergi diantara semua komponen terkait, demi kesehatan dan pelayanan prima di sekolah bagi seluruh peserta didik kita," pungkasnya. (der/fin)

Sumber: