Dana Bos Belum Cair, Sekolah Berutang Demi UNBK

Dana Bos Belum Cair, Sekolah Berutang Demi UNBK

SINJAI - Sejumlah sekolah di Sinjai berutang untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dana BOS belum cair. Salah satunya SMAN 5 Sinjai. Selain butuh dana, pihak sekolah bahkan meminjam sejumlah laptop milik orang tua siswa. SMAN 5 Sinjai masih kekurangan 50 laptop, sekolah hanya memiliki 30 unit untuk UNBK. Kepala SMAN 5 Sinjai, Aliyuddin, mengemukakan, langkah itu terpaksa diambil untuk menjamin pelaksanaan UNBK yang semakin dekat waktu pelaksanaannya. Bahkan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) sudah berbasis komputer. "Kami mengutang untuk beli kabel dan peralatan. Dana BOS tidak bisa diharap," terang Aliyuddin, Selasa, 3 Maret. Dia menambahkan, jumlah peserta ujian di SMAN 5 sebanyak 228 orang. Sementara jumlah komputer yang tersedia hanya 30 unit. Komputer yang pernah dijanjikan Pemprov Sulsel tidak kunjung datang. Tahun lalu kata dia, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meminta pelaksanaan UNBK tahun 2020 tidak ada lagi peminjaman laptop. "Jangan sampai bantuan kita tunggu baru datang usai ujian," jelasnya. Plt Kadisdik Sulsel, Basri, mengatakan, mestinya sekolah tidak meminjam ke orang tua siswa. Jadwal UNBK itu sudah diatur berbeda antara SMK dan SMA. Sehingga kekurangan fasilitas sebenarnya bisa ditutupi. "SMA dan SMK itu kan milik pemprov, sama saja. Bisa SMA pinjam ke SMK kalau kurang komputernya," bebernya. Tahun ini, pihaknya sebenarnya sudah menganggarkan tambahan 1.000 unit lebih komputer. Ini akan didistribusikan ke SMA dan SMK yang membutuhkan. "Rata-rata sekolah mendapat 10-15 unit. Kalau di sekolah-sekolah remote area sudah tuntas. Fasilitasnya sudah lengkap," tukasnya. (Sira)

Sumber: