Herman BM: Tidak Etis Seorang Gubernur Memarahi Wartawan

Herman BM: Tidak Etis Seorang Gubernur Memarahi Wartawan

JAKARTA – Pemimpin Redaksi RMOLLampung Herman BM menyatakan tidak patut dan tidak etis, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, memarahi wartawannya dalam sebuah forum resmi. Statment Herman BM ini merespon peristiwa yang dialami wartawannya Tuti Nurkhomariyah pada Selasa (3/3) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung. Apalagi, berita yang dimaksud Arinal soal pakai seragam gubernur pada saat membuka Musda X Golkar Lampung gak pernah ada di RMOLLampung. ”Jika pun ada berita yang dianggap fitnah atau lainnya, narasumber memiliki hak jawab. Sudah menjadi tugas wartawan atau media, mengkritik, bahkan mengungkap hal-hal yang dianggap melenceng atau melanggar etika,” terang Herman dalam diskusi di WAG, Rabu (4/3). Di forum resmi, sambung Herman, Arinal juga mengajarkan agar wartawan menulis yang baik-baik. ”Tulisan seperti apa yang baik-baik itu? Apakah tulisan kritik, sosial kontrol, bukan berita baik? Apalagi, Arinal dalam forum resmi tersebut, mengomentari wartawan saya pakai jilbab yang seharusnya samiknawatokna. Lho apa urusannya jilbab dgn wartawan harus nurut?” paparnya. Herman pun membagikan sejumlah berita online yang menyajikan peristiwa tersebut. Salah satunya artikel yang dimuat RMOL.ID berjudul ”Gubernur Lampung Permalukan Wartawan Dengan Bawa-bawa Keyakinan Agama”. ”Kamu pake kerudung. Samiknawaatoqna. Jangan sampai innalilahiwainnaIlilaIhirojiun,” ujar Arinal sambil mengajarkan wartawan agar membuat berita yang baik-baik saja seperti ditulis RMOL.ID di paragraf keempat. Arinal tak terima dipersoalkan dalam berita dirinya pakai baju dinas gubernur Lampung pada acara Musda X Golkar Lampung di Graha Wangsa, Bandarlampung, Senin (2/3). Ia kemudian melanjutkan dengan mengajarkan wartawan untuk membuat berita yang baik-baik saja. “Tapi kalo ada kasus, saya tidak melarang,” katanya. Tuti Nurkhomariyah yang memakai kerudung sebagai keyakinan terhadap ajaran agamanya merasa dipermalukan seolah-olah sebagai muslimah telah membuat berita fitnah. Padahal, keberadaannya dalam ruangan tersebut untuk menunggu Kadis Kesehatan Lampung, Raihana guna konfirmasi masalah virus corona di Provinsi Lampung. Kantor Berita MOLLampung menegaskan tidak pernah membuat berita tentang yang dimaksud Arinal Djunaidi. Berita yang menyoal pakai seragam gubernur pada saat musda ada di media online lain. Usai acara, empat ajudan gubernur Lampung menghampiri dan meminta wartawan RMOLLampung ke ruang Gubernur Lampung. Di ruang kerjanya, Arinal menyoal berita dan tulisan tentang 'raja olah' dan apa betul Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan seperti dalam berita berjudul: "Polemik Raja Olah, Herman HN Ya Diolah Saja, Gulanya Harus Menang. Wartawan RMOLLampung membenarkan bahwa itu pernyataan Herman HN dan ada rekamannya, tidak mengada-ngada, apalagi fitnah. Namun demikian, seseorang yang ada dalam ruangan tersebut justru menyarankan agar wartawan RMOLLampung minta maaf agar urusannya tidak berkepanjangan. (fin/ful)

Sumber: