Tolak Panggilan Timnas, Sanksi Menanti

Tolak Panggilan Timnas, Sanksi Menanti

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan menerima laporan perkembangan pelaksanaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) Timnas Indonesia Senior, Shin Tae Yong. Dalam laporan yang diterima, pria yang akrab disapa Iwan Bule langsung memuji pelatih asal Korea Selatan tersebut. Baginya, disiplin dan kerja keras yang menjadi program Shin cukup baik. Karena hal itu dikatakan Iwan, merupakan kunci bagi Timnas jika ingin mendapatkan prestasi. "Apapun yang dikatakan Shin Tae Yong saya dukung. Ini masalah cara pandang. Kita harus mau disiplin dan bekerja keras kalau mau meraih prestasi,” ujar Iwan Bule seperti dikutip situs resmi PSSI. Iriawan meminta setiap klub dan pemain untuk mematuhi panggilan dari Timnas Indonesia. Bahkan mantan Kapolda Metro Jaya itu akan memberika sanksi tegas bagi pemain yang menolak panggilan tersebut. ”Kita ketahui, sering kali pemain atau lebih kebanyakan klub menolak untuk pemainnya dipanggil dalam pelatnas Timnas Indonesia. Hal itu dikarenakan klub tak ingin kehilangan kekuatan ketika klub yang bersangkutan menjalani kompetisi,” ujarnya. Untuk hal tersebut, Iwan Bule mengatakan sudah mengantisipasinya. Ia menyebutkan bahwa akan mengatur jadwal kompetisi agar tidak berbenturan dengan pelatnas Timnas Indonesia. "Kami sudah membuat agar jadwal kompetisi tidak berbenturan dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia. Tapi kalau masih ada yang menolak, sanksi tentunya akan diberikan,” imbuhnya kendati belum merinci sanksi apa yang akan diberikan. Dari Shin Tae-yong, Iwan Bule mendapatkan informasi Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) tidak pandang bulu dengan hukuman bagi pemain yang menolak bermain untuk Timnas Korea Selatan. Sanksinya bisa berupa larangan bermain selama beberapa tahun. "Nanti kami rumuskan sanksinya agar ada efek jera bagi mereka yang tak mau bergabung dengan Timnas Indonesia," imbuh Iwan Bule. Sementara itu, dalam laporannya Shin mengatakan bahwa yang menjadi kunci perbaikan prestasi sepak bola Indonesia yakni penguatan fisik dan mental pemain. "Kalau dua hal itu dibenahi dengan benar, pasti sepak bola Indonesia akan berkembang sangat baik,” tegasnya. Selain itu, Shin juga menjelaskan selama pelatnas, para pemain juga dicek berat badan dan kandungan lemaknya setiap hari. “Kami periksa secara akurat kondisi fisik pemain setiap usai makan pagi. Para pemain kita harus lebih banyak meningkatkan latihan fisik lagi," ujarnya. Disamping itu, Shin juga tegas dalam memberikan arahan terhadap makanan para pemain. Ya, Shin meminta para pemain untuk memperbaiki pola makan, istirahat serta pemenuhan gizi untuk mendukung perbaikian kondisi fisik dan stamina mereka. Bahkan, Shin juga mengingatkan pentingnya pemilihan sepatu bola yang disesuaikan posisi bermain para pemain. Rencana Shin Tae-yong dalam waktu dekat adalah mengumpulkan pemain Timnas Indonesia pada pertengahan Maret sebagai persiapan menghadapi Thailand pada 26 Maret 2020 dan Uni Emirat Arab (UEA) lima hari berselang pada Kualifikasi Piala Dunia U-20 2021. Sementara untuk timnas U-16, rencananya akan kembali TC pada 8-20 Maret 2020 dengan mengundang 24 pemain. (gie/fin/tgr)

Sumber: