Status Gunung Slamet Masih Waspada

Status Gunung Slamet Masih Waspada

PURBALINGGA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga menegaskan jika Gunung Slamet tetap dalam kondisi Level II (Waspada). Gunung dengan ketinggian 3.428 Mdpl ini dinilai tidak terpengaruh adanya erupsi Gunung Merapi baru- baru ini. Meski aman, namun aktifitas pendakian dari Bambangan, Kutabawa Kecamatan Karangreja, masih ditutup. Warga setempat juga tetap dilarang melakukan aktifitas dengan radius 2 kilometer dari kawah dan tidak ada pendakian. Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Muchammad Umar Faozi mengungkapkan, tidak ada data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyebutkan aktifitas Gunung Slamet meningkat karena pengaruh erupsi Gunung Merapi. “Aman, artinya tidak ada peningkatan aktifitas yang memicu erupsi. Harapannya tidak ada aktifitas yang mengkhawatirkan. Karena ini gunung yang sangat diminati dan aman serta terkenal juga sebagai obyek wisata,” katanya, Rabu (4/3). Pihaknya juga tetap berpedoman pada informasi dari lembaga yang memiliki kewenangan. Yaitu PVMBG. Mereka memiliki keakuratan info terkait hal itu. Sembari tetap mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak usah khawatir berlebihan, namun tetap waspada. Selanjutnya, BPBD meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kabar- kabar yang belum tentu kebenarannya. Karena pemerintah pasti akan bersikap profesional, proporsional dalam melihat perkembangan gunung api ini. “Kami terus melakukan koordinasi, komunikasi dengan pihak terkait, baik PVMBG maupun pos pengamatan di Gambuhan Kabupaten Pemalang,” tambahnya. Sebelumnya diberitakan, sebelum Gunung Merapi erupsi, aktifitas Gunung Slamet dikabarkan ada peningkatan. ari. Beberapa hari terakhir, warga mendengar suara gemuruh dan sesekali dentuman dari gunung dengan ketinggian 3.428 Mdpl ini. Terutama saat suasana sudah sepi seperti malam hari. (amr)

Sumber: