All England 2020: Skuat Merah Putih Nekat ke Inggris

All England 2020: Skuat Merah Putih Nekat ke Inggris

JAKARTA - Ditengah merebaknya virus Corona, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengambil langkah berani. Ya, induk bulu tangkis Tanah Air itu tetap memberangkatkan atletnya ke Brimingham, Inggris untuk mengikuti turnamen All England 2020. Menurut Sekretaris Jendral (Sekjen) PBSI, Achmad Budiharto All England merupakan salah satu turnamen yang menjadi milestone PBSI di tahun 2020. Pada tahun lalu, Indonesia meraih satu gelar pada turnamen level Super 1000 ini lewat ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. “All England adalah turnamen penting, meskipun ada di grade dua, tapi secara tidak resmi seperti kejuaraan dunia, prestisenya tinggi. Di tengah keadaan seperti ini kami memberanikan diri untuk berangkat. mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” ujar Budiharto dalam jumpa wartawan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (5/3) kemarin. Meski demikian pria yang juga menjabat sebagai Chef de Mission tim Indonesia di All England 2020 mengaku bahwa pihaknya telah mengambil tindakan pencegahan demi melindungi Hendra Setiawan dan kawan-kawan dari virus mematikan tersebut.

BACA JUGA: Siapa yang Paling Rentan Corona?

Selain pemberian informasi mengenai cara pencegahan virus, tim juga dibekali dengan vitamin, masker dan hand sanitizer, PBSI juga terus berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Inggris untuk memastikan kondisi dan kebijakan terkait kedatangan tim nanti. "Sebelum berangkat kami sudah memastikan lagi bahwa semuanya oke, kami tidak ingin sampai sana disuruh balik lagi atau dikarantina. Kami sudah tanya ke kedutaan, ada risiko seperti ini atau tidak?" ujar Budiharto. "Kalau ternyata ada perubahan kebijakan, akan kami lihat lagi sampai nanti sebelum berangkat. Sejauh belum ada travel warning terkait Indonesia sudah terpapar virus Covid-19, tapi di Inggris juga sudah ada kasus, namun di Birmingham masih cukup kondusif," tambahnya. Hal serupa juga diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. Menurut mantan pebulutangkis nasional itu, pihaknya terus memberikan arahan kepada atlet yang diberangkatkan untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya. "Kami akan kasih masukan kepada atlet untuk menjaga kesehatan sehingga mereka bisa tampil baik. Akan ada sosialisasi dari dokter-dokter PBSI juga, diberikan informasi mengenai virus Corona, sehingga atlet bisa terhindar," tutur Susy. "Atletnya juga harus bisa menjaga kondisi tubuh dengan baik dengan istirahat, makan dan minum vitamin. Soal asupan gizi dari PBSI sama saja, yang pasti vitamin, tidak ada yang spesial banget, semua sesuai aturan saja dan lebih detil. Tim dokter juga lebih aktif, lebih ketat dalam menjaga atlet," sambung Susy. Lebih lanjut, Susy mengatakan dampak dari virus Corona ini berpengarauh terhadap para pemain yang sedang berjuang mengamankan posisi di Olimpiade Tokyo 2020. Sebab sudah beberapa kejuaraan bulu tangkis Internasional yang batal digelar akibat Covid-19 ini. Sebut saja, German Open 2020, Vietnam Open 2020 dan Polish Open 2020. “Saya rasa semua atlet dirugikan, bukan cuma atlet Indonesia, semua sama-sama dibatalkan keikutsertaannya," tegas Susy.

BACA JUGA: 3 Ribu Lebih Tewas, Wabah Virus Corona di Cina Berkurang

Sementara itu, pasangan Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan yang menjadi salahs atu perwakilan Indonesia di ajang tersebut mengaku sempat cemas dengan lantaran harus menjalani pertandingan ditengah isu menyebarnya virus Covid-19. “Pastinya khawatir yah, karena ini kan udah banyak negara yang terkena. Jadi memang dari kita lebih harus jaga kondisi dan banyak berdoa ajah. Dan nantinya kita tidak tau apa yang akan terjadi,” ujar Ahsan di tempat yang sama. “Tapi ini sudah keputusan PBSI yang sudah lebih tahu kondisi, ini yang terbaik buat kami. Walau kami di sana tapi yang di sini (Indonesia) kan sama juga, harus jaga kesehatan, virusnya sudah masuk Indonesia," tambah Ahsan. Namun, pasangan yang dijuluki The Daddies itu mengaku sudah memiliki cara untuk mengantisipasi serangan virus tersebut. Menurutnya, menjaga kondisi tubuh dan berdoa menjadi cara dirinya mencegahnya. “Paling kita minum vitamin banyak, istirhat yang cukup dan tidak lupa untuk berdoa, itu paling penting, Pesan kepada keluarga di rumah sih jangan pergi jauh-jauh dulu dan minum vitamin yang banyak,” pungkas Hendra. (fin/tgr)

Sumber: