Harga Bawang Bombai Tembus Rp 150 Ribu

Harga Bawang Bombai Tembus Rp 150 Ribu

PURWOKERTO - Harga bawang Bombay menembus Rp 150 ribu per kilogramnya di Pasar Wage Purwokerto. Padahal, hari biasa, hanya Rp 30 ribu per kilogram. "Sebelum adanya corona, harganya murah, Rp 30 ribu kg, tetapi kemarin Rp 150 ribu satu kilo. Ini barangnya tidak ada lagi, besok baru datang dan harganya naik lagi Rp 170 ribu perkilo," kata Riswan, pedagang Pasar Wage kepada Radar Banyumas, kemarin (5/3). Riswan mengatakan, harga melambung tinggi dikarenakan isu Corona. "Orang-orang kaget, saya berani menjual karena banyak kenalan warung-warung, biasanya warung-warung atau rumah makan itu sering beli," jelasnya.

BACA JUGA: Stimulus Fiskal Tahap Kedua Masih Digodok

Juni Setijarsih, Kepala Seksi Informasi dan Promosi Dagang Dinperindag Banyumas menjelaskan, bawang bombay tidak termasuk dalam Bahan Pokok Penting (Bapokting) sehingga tidak termasuk dalam monitoring harga Dinperindag Banyumas. "Itu bukan termasuk Bapokting, jadi tidak masuk dalam monitoring, apalagi kitakan hanya pengawasan. Dan terkait naiknya harga itu, sebetulnya itu bisa saja didramatisir, sepanjang itu membuat keuntungan," jelasnya. Apalagi dalam hal itu, tambah Juni, pihaknya tidak dapat mengintervensi dalam menentukan harga. "Itu yang namanya pedagang suka-sukakan, mau jual berapa, mau cari keuntungan berapa suka-suka, kalau Dinas gak bisa intervensi didalam menentukan harga, kita hanya ada harga eceran tertinggi itu yang sudah dibukukan aturannya dipusat biar harganya tidak melonjak," pungkasnya. (win)

Sumber: