Arsenal vs West Ham: Menunggu Meriam Menyalak

Arsenal vs West Ham: Menunggu Meriam Menyalak

LONDON - Tak aneh jika musim ini Arsenal gagal bersaing dalam pacuan perburuan mahkota Premier League. Bukan hanya mahkota, peluang merebut dua trofi Piala Liga dan Liga Europe sudah tak tergapai. Beruntung, mereka masih bisa lolos ke Piala FA usai menggulung tim divisi dua, Portsmouth dua gol tanpa balas. Harapan mereka kini mengejar posisi Liga Champions. Untuk itu, sang juru taktik Mikel Arteta mulai mengikis mental pecundang yang sudah menghinggapi klub berlogo meriam sekian lama. Dari lima laga terakhir di Liga Premier, Aubameyang dan kolega tak terkalahkan. Mereka telah mengemas tiga kali kemenangan dan dua seri. Diawali saat membantai Manchester United 2-0 di Emirates, (2/1), lalu berturut menang empat gol tanpa balas atas Newcastle (16/2) dan Everton dengan skor 3-2. Kondisi itulah yang memengaruhi daya saing Arsenal di Premier League. Hingga pekan ke-28, mereka mulai merapat ke posisi 10 besar. Sayangnya, Laurent Koscielny dkk masih tertinggal delapan poin dari tim penghuni empat besar. Fakta itu juga membuat posisi Mikel Arteta tertekan. Tuntutan agar manajer asal Spanyol untuk berlaga di Liga Champions mulai makin keras. Dukungan itu bakal semakin kuat jika malam nanti mereka menang atas West Ham United (Siaran langsung TVRI/Sport HD/Mola TV Pukul 22.00 ). Arsenal memang bertindak sebagai tuan rumah. Para fans berharap meriam London –julukan lain Arsenal– bisa menyalak lebih keras. "Menang melawa West Ham membuat kami lebih dekat dengan Champions, itu saja yang saya pikirkan. Jika kami mengalahkan West Ham menjadi satu-satunya tujuan kami. Kami masih memiliki peluang tiga atau empat pertandingan terakhir musim ini,” ujarnya. Arteta paham betul risiko yang diterima jika timnya takluk oleh tetangganya tersebut. Sebab, mereka bakal terjungkal dari posisi 10 besar jika Everton yang kini menghuni peringkat 11 bisa menang melawan Chelsea. Alhasil, peluang untuk lolos Liga Champions bakal sulit terlaksana. ’’Saya sudah sering menjalani laga saat berada di periode sulit. Saya pikir ini waktu yang tepat bagi pemain untuk menunjukkan siapa mereka,’’ ujar Arteta. Masalah Arsenal di laga sudah bergeser. Sebelumnya, mereka hanya kurang konsisten mempertahankan keunggulan. Mereka unggul dulu, namun lawan kemudian bisa membalikkan keadaan. Lalu, bagaimana caranya meningkatkan serangan The Gunners? Strategi bertahan justru memberikan ruang di lapangan tengah. Itu bisa menjadi keuntungan bagi West Ham yang juga memburu kemenangan agar lepas dari jerat degradasi. Karena itu, Arteta mungkin tetap menerapkan formasi 4-2-3-1.Dengan menempatkan tiga gelandang serang yang kukuh. Trio Pepe, Willock dan Martinelli membuat Meriam London itu bisa apik untuk melakukan penetrasi ke pertahanan The Hammers, julukan West Ham. Urusan mencetak gol, Pierre-Emerick Aubameyang tetap menjadi andalan di ujung tombak serangan Arsenal. Tuan rumah sendiri memiliki rata-rata 11 peluang di setiap pertandingan, dengan presentase gol mencapai 11 persen. "Dia (Aubameyang,red) akan turun. Dia merasa punya tanggung jawab atas laga ini. Kami semua berusaha meyakinkannya,” ujar Arteta. ”Kami ingin dia tersenyum dan penuh energi. Itulah cara dia untuk menyelesaikan setiap laga kami,” tambahnya. Kendati demikian bukan berarti West Ham harus tunduk begitu saja. Sebastien Haller dan kolega sudah mencetak 35 gol atau empat gol lebih sedikit dari total gol Arsenal. Sayangnya, David Moyes belum mendapat formula membenahi lini belakang timnya yang rentan kebobolan. Musim ini, mereka sudah kebobolan 49 gol. Meski banyak kendala yang dihadapi klubnya, manajer West Ham David Moyes tak mau berkoar. menurutnya, menaklukkan Arsenal di Emirates itu sama sulitnya dengan membungkam Anfield –markas Liverpool. ’’Kami sudah lama tidak menang di sana (Emirates, red),’’ tandasnya. (fin/tgr)

Sumber: