Kompetensi 50 Ribu Guru Ditarget Meningkat

Kompetensi 50 Ribu Guru Ditarget Meningkat

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan program organisasi penggerak akan meningkatkan kompetensi 50 ribu guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD, dan SMP. Plt Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Supriano mengatakan, organisasi penggerak ini nantinya akan berpartisipasi dalam program rintisan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di bidang literasi dan numerasi selama dua tahun ajaran. "Nantinya mereka akan diverifikasi Tim Pakar Independen. Pada 10 Maret 2020, akan dilaksanakan forum pertemuan yang melibatkan organisasi masyarakat di bidang pendidikan dan dinas pendidikan," kata Supriano, Jumat (6/3). Supriano menambahkan, setelah itu akan dilakukan identifikasi kelayakan, evaluasi teknis, dan evaluasi keuangan pada 16 Maret - 16 Mei 2029. Selanjutnya akan dilakukan tahap verifikasi. Supriano berharap, tahap implementasi program ini mulai dilakukan pada Juni 2020 hingga Mei 2022. "Implementasi dilakukan pada PAUD, SD, atau SMP di daerah yang sudah diajukan dan disetujui Kemendikbud," ujarnya.

BACA JUGA: Total 4 Orang Positif Corona

Kemendikbud membentuk tiga tipe program, yakni Gajah, Macan, dan Kijang yang didasarkan kapasitas organisasi pendidikan yang bersangkutan. Kategori Gajah mendapatkan dukungan dana maksimal Rp 20 miliar/tahun/program dengan sasaran lebih dari 100 PAUD/SD/SMP. Kategori ini didapatkan dengan menunjukkan rekam jejak kuat. Kategori Macan memperoleh dukungan dana maksimal Rp 5 miliar/tahun/program dengan sasaran 21 sampai 100 PAUD/SD/SMP. Organisasi pengerak dalam kategori ini harus menunjukkan rekam jejak bukti empiris dampak program terhadap peningkatan motivasi, pengetahuan dan praktik mengajar guru dan kepala sekolah, dan berpengalaman merancang dan implementasi program dengan baik. Adapun kategori Kijang mendapat dukungan dana maksimal Rp 1 miliar/tahun/program dengan sasaran 5 sampai 20 PAUD/SD/SMP. Dalam kategori ini, Organisasi penggerak harus mampu menunjukkan rekam jejak telah berpengalaman merancang dan implementasi program dengan baik. Terkait pengendalian program dan anggaran, Kemendikbud akan melakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengetahui kesesuaian penyaluran bantuan dengan petunjuk teknis. Hasil pemantauan dan evaluasi menjadi bahan pengambilan keputusan dan penyempurnaan program ke depan. Nantinya, seluruh kategori akan dievaluasi Kemendikbud bersama tim independen memakai Asesmen Kompetensi Minimum. Proses ini bertujuan mengukur perkembangan literasi dan numerasi (SD/SMP) dan instrumen pengukuran kualitas pembelajaran serta pertumbuhan/perkembangan anak (PAUD). Menanggapi rencana kebijakan tersebut, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim mengatakan mestinya Kemendikbud memperjelas tolok ukur program tersebut. Pasalnya, IGI tidak menginginkan dana besar Kemendikbud kembali hilang begitu saja dengan program tanpa hasil dan tanpa capaian yang jelas, Apalagi, dalam pogram ini Kemendikbud membuka pendaftaran bagi organisasi masyarakat di bidang pendidikan untuk nantinya bekerja sama dalam melatih guru. "Karena itu IGI meminta pemerintah memperjelas tolok ukur program guru penggerak ini," kata Ramli.

BACA JUGA: Seleksi CPNS Diumumkan 22-23 Maret

Pada tanggal 10 Maret 2020 mendatang, Kemendikbud akan mengumumkan organisasi masyarakat yang akan bekerja sama untuk melatih guru. "Ormas seperti apa yang akan mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kita akan lihat tanggal 10 Maret 2020 nantinya," ujarnya. Kendati demikian, Ramli mengapresiasi program ini, namun ia menilai sejumlah perbaikan harus dilakukan, seperti memperjelas batasan-batasannya. "Program guru penggerak ini harus ada titik awal misalnya P0. Setahun kemudian, program tersebut bisa dievaluasi menjadi titik P1 lalu pada tahun berikutnya menjadi titik P2 dan seterusnya," terangnya. Ramli juga menegaskan, bahwa pihaknya tetap akan melibatkan diri dalam program ini. "IGI juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa melakukan segala macam cara agar potensi gagalnya bisa diminimalisir," pungkasnya. (der/fin)

Sumber: