Wabah Terlacak Dari 227 Spesimen

Wabah Terlacak Dari 227 Spesimen

JAKARTA - Benih wabah Virus Corona (Covid-19) terus menyebar. Pemerintah sendiri telah memberikan ilustrasi dampak dan kondisi nyata virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu. Jika awalnya hanya dua, kini bertambah menjadi empat orang terjangkit virus yang telah membunuh 3.412 orang dari 100.704 kasus yang kini masih ditangani sejumlah negara. Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto, sebagai juru bicara terkait penanganan wabah virus Corona, kembali memberikan warning terhadap kasus ini. ”Perkembangannya virus ini terus menjadi perhatian. Proses penelusuran pun dilakukan secara masif dan menyebar,” terang Yurianto, saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3). Data statistik worldometers, laman penyedia informasi statistik independen yang telah menjadi rujukan berbagai lembaga dunia, per Jumat (6/3) menunjukkan 100.704 jiwa dilaporkan positif tertular virus dan jumlah korban tewas mencapai 3.406 jiwa. Akibat jumlah pasien dan korban jiwa yang terlampau banyak, masyarakat Indonesia khususnya di berbagai negara dilanda ketakutan dan kepanikan massal. Tidak hanya itu, wabah juga sempat memicu aksi kekerasan dan intimidasi berbasis rasial terhadap warga asal Cina dan negara di Asia Timur lainnya.

BACA JUGA: PSM Makassar Ditahan Imbang Pendekar Cisadane

Untuk kasus empat WNI itu, menurut Yurianto , saat ini telah diisolasi dan kondisinya pun stabil. Beberapa di antaranya masih ada yang batuk dan flu. ”Ada juga yang masih suhu tubuhnya di atas 37, tepatnya 37,6 yang hari ini (kemarin, Red). Data Sesditjen P2P dari kelompok pengiriman spesimen dari rumah sakit yang sampai pukul 22.00 WIB telah menerima 227 spesimen dari 61 rumah sakit di 25 provinsi dan tentunya adalah kasus-kasus pasien dengan pengawasan,” terangnya. Nah, dari keseluruhan ini sudah tentu termasuk dua kasus positif yang kita laporkan sebagai kasus satu dan kasus dua, itu sudah berada di rumah sakit. Kemudian ada 13 kasus suspect, ini juga berada di rumah sakit dan dalam kondisi diisolasi. Kemudian, yang lainnya negatif,” ungkapnya. Disingung soal perkembangan terakhir observasi yang dilaksanakan dari anak buah World Dream, Yuri mengatakan, memasuki hari yang ke-6 sudah dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium. ”Keseluruhannya dalam keadaan sehat. Dan 188 ini pun pemeriksaan virusnya negatif,” ujarnya. Selama observasi, lanjut dia, dengan pemeriksaan kesehatan pagi dan sore yang dilaksanakan tidak ada satu pun yang sakit, baik secara psikologis maupun fisik tidak ada permasalahan sehingga diharapkan dalam waktu tidak lama lagi setelah 14 hari akan dilakukan pemeriksaan lagi dan kemudian bisa dikembalikan ke keluarga masing-masing. ”Dari 188 ini ada 16 ABK (Anak Buah Kapal) wanita, dan salah satunya dalam kondisi hamil 3 bulan, suaminya juga ada di sana. Kondisi kehamilan dan Ibunya bagus, tidak ada masalah,” terangnya.

BACA JUGA: Ratusan Juta Pelajar di Dunia Terlantar

Untuk ABK Dream World, lanjut dia, ini di-back up dengan 35 tenaga kesehatan dari Kemenkes yang terdiri dari dokter spesialis paru, penyakit dalam, jantung, kemudian patologi klinik, kemudian dokter umum, perawat, dan fasilitas yang disiapkan di sana di samping UGD dengan ICU mini juga disiapkan. ”Kemudian yang kedua, dari ABK Diamond Princess jumlah adalah 69 yang kita jemput. Dan kemudian sekarang sudah ada di Sebaru. Dari 69 ini ada satu yang kita pisahkan, meskipun kondisi fisiknya baik, tetapi kita mencurigai kemungkinan suspect dia tertular Covid-19 dan sekarang sudah kita isolasi di Rumah Sakit Persahabatan,” ujarnya. Lebih lanjut, Yuri pun menyampaikan ada 10 orang tim medis yang bersama-sama menjemput ke Jepang dan ini juga diminta untuk melaksanakan layanan sekaligus observasi, karena termasuk kategori kontak dekat. ”Data awal untuk 10 tenaga medis ini seluruhnya negatif, dan nanti hasilnya bagus. Kemudian kita bantu juga dengan penambahan 20 tim medis, sehingga totalnya nanti akan menjadi 30 untuk mendukung khusus Diamond Princess,” katanya.

BACA JUGA: KPK Bersinergi Dengan Badiklat Kejaksaan RI Tingkatkan SDM Disektor SDA

Soal tracking kasus klaster Bali, menurut Yuri, berawal dari masuknya warga negara Jepang sebagai turis di tanggal 15-19 Februari, kemudian setelah kembali ke Jepang ternyata tanggal 22 Februari dirawat di Jepang dengan Covid-19 positif. ”Maka kita lakukan tracking dari awal tempat ia bermalam (hotelnya), sampai kemudian pengemudi mobil yang dicarter untuk melayani keluarga dia selama di Bali, termasuk juga beberapa room boy yang kemudian kontak dengan relatif dekat, karena memberikan room service dan sebagainya. 11 orang keseluruhan dari pemeriksaan virusnya negatif, namun pemantauan untuk 11 hari ke depannya masih dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali,” paparnya. Sampai saat ini, tidak ada laporan di antara pegawai tersebut yang mengalami masalah dengan kesehatannya sehingga harapannya kondisi ini tetap baik sampai dengan observasi selesai. Klaster Jakarta, lanjut Yuri, informasinya adalah bagian yang diduga keras memiliki kontak dekat dengan kasus 1 yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu dari sebuah perkumpulan, saat ini sudah bisa di-tracking 25 orang dan masih akan dikembangkan terus. ”Tetapi 25 orang ini tidak seluruhnya kami lakukan pemeriksaan virus, karena ternyata juga tidak seluruhnya kontak dekat, hanya dia berada di event yang sama. Namun, yang betul-betul kontak dekat sudah kami lakukan pemeriksaan dan saat ini sedang kita observasi di rumah sakit untuk empat orang yang kita duga kuat ini suspect positif,” imbuhnya. Terpisah Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS) dr Dyani Kusumowardhani mengatakan mereka memiliki enam dokter spesialis paru yang bekerja secara tim untuk menangani pasien positif Covid-19 (virus corona). ”Sekarang kami punya tim dokter spesialis paru, ada enam. Memang enggak enam-enam (terjun untuk satu pasien), tapi satu-satu dulu dan kerja semua kerja tim," kata Dyani. Dokter spesialis paru itu juga bekerja sama dengan dokter lainnya, misalnya seperti dokter spesialis gizi, dokter spesialis rehabilitasi medis dan dokter spesialis penyakit dalam apabila diperlukan konsultasi untuk gejala penyakit yang lain. Enam dokter itu, kata Dyani, mulai bekerja ketika pasien suspect Covid-19 dirujuk oleh rumah sakit lain. ”Kalau (pasien) rujukan dari luar, pasien itu tidak lewat instalasi gawat darurat lagi. Langsung masuk ruang isolasi, akan ditangani oleh tim yang disebut tadi," kata Dyani. Tugas mereka yang pertama adalah mengambil sampel cairan dari tenggorokan pasien untuk diuji di laboratorium penelitian dan pengembangan kesehatan. Selain itu, pengecekan juga dilakukan dengan mengambil sampel darah, foto rontgen, dan standar pengecekan lainnya. Mereka yang melakukan pengecekan di dalam ruang isolasi RSPI SS diharuskan memakai pakaian pelindung diri dari penyakit menular. ”Untuk semua petugas medis yang menangani pasien harus memakai alat perlindungan diri yang lengkap, seperti yang disebut baju astronot itu. Karena kita enggak kontak langsung dengan pasien karena ada risiko untuk tertular, maka harus memakai itu," kata Dyani. Semua petugas medis dan dokter yang dimiliki RSPI SS juga difasilitasi dengan antibodi berupa multivitamin yang lengkap sehingga mampu menjaga kebugaran mereka yang bertugas. ”Kami memberikan semua karyawan kami peningkatan daya tubuh seperti vitamin," kata Dyani. Sementara itu, sumber Fajar Indonesia Network (FIN) menyebut Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung tengah mengisolasi tiga pasien baru dengan status pengawasan virus corona atau Covid-19 di Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning (RIIKK). ”Ya, saat ini ada yang masuk dengan gejala yang sama dan kami menyebut itu pasien dalam pengawasan. Sedang diproses pemeriksaan. Jadi ada tiga pasien, namun itu masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium," terang Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi. Ditambahkannya, sampel cairan tubuh ketiga pasien tersebut telah dikirim untuk diperiksa di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI untuk mengetahui positif atau tidaknya ketiga pasien tersebut. Tiga pasien tersebut ada yang mulai dirawat dan diisolasi pada Kamis (5/3) malam dan Rabu (4/3) malam. Nina tidak bisa memberitahukan data pasien lebih banyak atas perintah Kementerian Kesehatan RI dan ketiga pasien tersebut sedang dalam penanganan medis. ”Kami hanya bisa menyatakan bahwa memang kami sekarang memeriksa atau melayani pasien perawatan dalam pengawasan. Untuk informasi selanjutnya kami serahkan kepada Kementerian Kesehatan,” katanya.

BACA JUGA: Persita vs PSM Makassar : Jumpa Lawan Sepadan

Ditambahkannya, dari tiga pasien baru tersebut, dua di antaranya sudah dalam kondisi baik dan satu lainnya masih dalam proses terapi. Sebelumnya, RSHS Bandung telah mengobservasi lima pasien dengan status pengawasan virus corona di RIIKK dan semua pasien tersebut sudah pulang ke rumah mereka masing-masing karena dinyatakan negatif Covid-19 setelah melalui hasil uji laboratorium. (tim/fin/ful) //INFOGRAFIS// PENELUSURAN SAMPAI ISOLASI Pemerintah telah mengumumkan kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia. Terdapat dua orang lagi yang dinyatakan positif terinfeksi corona, yang dinamakan kasus 3 dan kasus 4. Ini kronologinya: Tracing Contact: Hasil tracing contact atau pelacakan kontak dari orang-orang yang dianggap melakukan kontak dekat dengan kasus pertama dan kedua. Telusuri 80 Orang: Berdasarkan penelusuran yang dilakukan. Terdapat 80 orang yang berada di tempat kejadian. Jadi 20 Orang: Dari 80 orang tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama dengan Polri dan BIN melakukan pelacakan kembali, sehingga jumlah tersebut dikerucutkan menjadi hanya 20 orang. Mengerucut 7 Orang: 20 orang ini pun kembali ditelusuri lebih dalam, sehingga terdapat 7 orang yang akhirnya diobservasi dan diisolasi ke rumah sakit Sulianti Saroso. Gejala Influenza: Ketujuh orang tersebut memang menunjukkan gejala fisik yang mengarah ke influenza. Namun, menurutnya gejala tersebut hanya bersifat ringan dan sedang, dimana suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi dan pilek yang diderita tidak terlalu berat. Hasilnya Positif: Setelah pemeriksaan dilakukan, hasilnya, 2 dari 7 orang tersebut positif terinfeksi covid-19. Dia juga menjelaskan, ketujuh orang tersebut tidak diperiksa secara bersama-sama sehingga 5 orang lainnya masih merupakan suspect. Tahap Isolasi: Suspect yang ada pun masih diisolasi dan pemeriksaan dilakukan secara hati-hati. Sub Klaster: Saat ini dilakukan penelusuran lebih dalam terhadap kasus 3 dan kasus 4 atau sub klaster baru yang tercipta. Sumber: Sesditjen P2P

Sumber: