Jelang Ramadan, Pemerintah Buka Kran Impor Gula

Jelang Ramadan, Pemerintah Buka Kran Impor Gula

JAKARTA - Impor gula kristal mentah (GKM) sebanyak 438,8 ribu ton akan masuk ke Indonesia pada pekan depan. Kebijakan tersebut, sebagai langkah antisipasi kebutuhan gula masyarakat jelang Ramadan yang jatuh pada akhir April 2020. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, realisasi impor bisa dilakukan lantaran kementeriannya sudah mengeluarkan persetujuan impor beberapa waktu lalu. Kementerian memperkirakan volume impor itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Mei 2020. "Bulan Ramadan jatuh pada akhir April 2020, untuk mencukupi kebutuhan gula di masyarakat pemerintah mengimpor gula kristal mentah (GKM) sebanyak 438,8 ribu ton akan masuk ke Indonesia pada pekan depan," kata Agus, Sabtu (7/3). Dalam teknis impor gula tersebut, Agus mengaku telah memberikan izin impor ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Sayangnya, belum ada data rinci berapa alokasi kuota impor yang didapat masing-masing perusahaan. "Karena musim panen belum ada, nanti sekitar Juni baru berlangsung, sekarang ini impor untuk kebutuhan sebelum Juni saja," ujarnya. Selain itu, Agus mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan kebijakan penambahan kuota impor gula. Pasalnya, harga gula tengah meningkat di masyarakat. "Kami belum bisa membagi proyeksi kuota impor gula tambahan. Ya nanti kami putuskan minggu depan," imbuhnya. Sementara itu, Perum Bulog yang menjadi salah satu pengimpor gula mentah menyatakan realisasi impor akan dilangsungkan paling lambat sebelump puasa Ramadan yang jatuh pada akhir April 2020. Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Bachtiar mengatakan, bahwa saat ini, pihaknya masih memproses tahapan lelang kepada negara asal. "Kami akan langsung umumkan (untuk lelang). Kami dapat (kuota) 29.750 ton. Paling dekat (akan impor) dari Thailand, Australia, atau India," katanya. (der/fin)

Sumber: