Italia Darurat Corona, Aksi Borong Terjadi

Italia Darurat Corona, Aksi Borong Terjadi

MILAN - Pemerintah Italia mengumumkan keadaan darurat wabah virus corona dan berencana mengisolasi sebagian besar wilayah utara negara itu. Kebijakan ini membatasi pergerakan sekitar seperempat populasi Italia di kawasan yang berfungsi sebagai mesin ekonomi negara itu. Bahkan aksi borong pun sudah mulai terlihat di sejumlah toko dan mini market di Milan. Langkah ini merupakan upaya paling luas di luar Cina untuk menghentikan penyebaran virus corona, dan akan mengorbankan ekonomi Italia dalam jangka pendek untuk menyelamatkan negeri ini dari kerusakan akibat virus dalam jangka panjang. ”Kami menghadapi keadaan darurat nasional," kata Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte saat mengumumkan dekrit pemerintah dalam konferensi pers, Minggu (8/3) seperti dilansir New York Times. Dia menyebut langkah-langkah yang dilakukan pemerintah akan sangat kerasa sampai-sampai muncul upaya isolasi pada daerah-daerah tertentu agar penularan virus ini tidak menjalar. ”Semua dalam langkah konsolidasi. Beberapa kota memang sedang dalam pengawasan serius. Kami terus berupaya menghentikan ini,” jelasnya. Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Italia, dengan cara meredam perjalanan pendatang baik masuk dan keluar Italia.. Setiap perjalanan harus memerlukan izin khusus untuk alasan kesehatan atau pekerjaan. ”Ini adalah momen tanggung jawab diri. Dan pemerintah sudah memberikan warning agar masyarakat waspada,” katanya. Dikatakannya, wabah virus Corona telah menimbulkan kerusakan serius di Italia, salah satu negara dengan ekonomi yang paling rapuh di Eropa. Wabah corona membuat semua sekolah di negara itu ditutup sejak Sabtu (7/3). Virus corona juga telah menginfeksi pemimpin salah satu dari dua partai dalam koalisi pemerintahan.

BACA JUGA: 80.695 Tewas, Arab Saudi Makin Panik

Langkah-langkah isolasi itu akan mengubah wajah utara Italia yang kaya, termasuk ibu kota ekonomi dan budaya Milan dan tujuan wisata terkenal seperti Venesia, menjadi wilayah yang dikarantina. Conte tidak mengatakan berapa lama pembatasan akan berlangsung, tetapi rancangan sebelumnya ditimbang Pemerintah Italia, keputusan itu akan berlaku sampai setidaknya 3 April. Larangan perjalanan akan mencegah pergerakan bebas sekitar 16 juta orang . Italia memiliki lebih dari 5.800 kasus virus corona, 233 di antaranya berakhir fatal alias meningal dunia. Conte juga mengumumkan, Pemerintah Italia akan memperluas langkah-langkah yang tidak terlalu ketat yang sebelumnya diberlakukan di utara, seperti penutupan museum, bioskop, diskotik, ke seluruh negara. Dia mengatakan konferensi dokter dan profesional medis lainnya akan mutlak dilarang. ”Jelas saja, kita tidak bisa membiarkannya," katanya. Dekrit tersebut mensyaratkan orang menjaga jarak setidaknya satu meter dari satu sama lain di acara olahraga, bar, gereja dan supermarket. ”Orang yang tengah demam, bahkan jika mereka belum diuji virusnya, sangat disarankan untuk tidak meninggalkan rumah mereka,” kata Conte. Selain Italia, kondisi panik pun terjadi di Australia. Ini setelah seorang pria berusia 80 tahun meninggal di sebuah rumah sakit Sydney akibat terinfeksi Covid-19. Pria ini menjadi korban tewas ketiga di Australia. Otoritas kesehatan negara setempat pada Minggu (8/3) mengumkan jumlah total kasus corona mencapai 70 orang. Khawatir atas risiko penularan yang lebih luas di masyarakat pun menjadi ketakutan yang mengganggu aktivitas di sejumlah kota. Begitu pula dengan Otoritas Kesehatan New South Wales dalam pernyataannya mengatakan, sudah ada temua terbaru warga yang terdiagnosa Covid-19. Menteri Kesehatan Federal Greg Hunt akan menyelenggarakan konferenci pers untuk mengumumkan pemerintah telah menyediakan 54 juta masker wajah tambahan guna membantu melindungi para pekerja medis.

BACA JUGA: Elma Theana Batal Berlibur ke Bali

Sebelumnya pada Sabtu (7/3) pemerintah setempat telah mengeluarkan 260.000 masker operasi bedah tambahan dari persediaan federal untuk jaringan kesehatan yang utama. Sedangkan di Cina, negara tempat wabah ini muncul, dilaporkan 44 kasus baru yang merupakan penurunan dari 99 kasus pada hari sebelumnya. Angka itu menjadikan total kasus yang terkonfirmasi sebanyak 80.695 orang. ”Hari ini ada 27 kematian baru. Semua kematian baru terjadi di provinsi Hubei, pusat wabah. Jumlah keseluruhan korban tewas mencapai 3.097 orang,” terang Otoritas Kesehatan Cina. (fin/ful)

Sumber: