Masjid Sebaiknya Disemprot Disinfektan

Masjid Sebaiknya Disemprot Disinfektan

JAKARTA - Masjid harus menyiapkan langkah dalam menghadapi wabah virus corona. Selain menjaga kebersihan, diimbau agar melakukan penyeprotan disinfektan. Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Indonesia Jusuf Kalla mengimbau masjid seluruh Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, kebersihan masjid juga harus dijaga dengan melakukan pengepelan. "Jadi saya anjurkan masjid-masjid melaksanakan penyemprotan disinfektan seperti ini. Atau setidaknya membersihkan lantai dengan karbol, setidak-tidaknya itu murah sekali hanya Rp10-15 ribu sudah bersih tu lantai masjid," kata JK saat meninjau Masjid Nuruh Hidayah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang tengah melakukan kegiatan berbersih dan penyemprotan cairan disinfektan dalam rangka mencegah menyebaran virus corona, Minggu (8/3). Menurutnya menjaga kebersihan masjid merupakan salah satu upaya melindungi jamaah dari penyebaran virus corona.

BACA JUGA: 25 Provinsi Dalam Bahaya

"Dalam rangka menjaga agar jamaah kita tidak ada tertular maka masjid harus betul-betul bersih ini cara kita menyelamatkan masyarakat dengan berbersih," katanya. Dijelaskannya, virus corona sangat cepat berkembang sehingga perlu dicegah salah satunya dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Masjid merupakan tempat ibadah yang setiap hari dipadati jamaah dan harus dijaga kebersihannya, sebagaimana diajarkan dalam Islam. "Jadi karena masjid tiap hari penuh maka harus dijaga kebersihan masjid, jangan lupa ajaran agama kita selalu pahami dan bahwa kebersihan bagian dari iman, jadi (kegiatan) gini kita meningkatkan iman, keimanan kita dengan kebersihan," kata JK. Kebersihan yang ia maksudkan bukan hanya kebersihan secara fisik dan nyata, tapi juga membersihkan masjid dari bakteri serta virus yang tidak terlihat salah satunya lewat penyemprotan cairan disinfektan. "Cuma kebersihan sekarang bukan hanya kebersihan yang nyata tapi juga kebersihan yang mungkin tidak terlihat yaitu bakteri virus karena itu semua harus pakai alat," kata JK. Tak hanya itu, mantan Wakil Presiden Indonesia ini juga mengimbau para jamaah membawa sajadah sendiri sebagai upaya pencegahan. Sajadah yang dimaksud tidak harus sajadah yang biasa digunakan di masjid, tapi minimal kain kecil dan bersih yang bisa digunakan saat sujud. "Yang pertama karena shalat kita sujud ya, maka tempat sujud itu harus bersih," katanya.

BACA JUGA: 80.695 Tewas, Arab Saudi Makin Panik

"Nah...bersih itu antara lain diimbau diharapkan agar bawa sajadah sendiri, sajadah masjid bersih cuma dipakai berkali kali banyak orang setidak-tidaknya kalau tidak sempat bawa sajadah bawa kain yang bersih yang kecil untuk sujud saja, itu penting untuk menjaga satu sama lain, sekali lagi kebersihan sebagian dari iman," sambungnya. Sementara itu, Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto menegaskan seluruh puskesmas di Indonesia telah mampu nmelakukan deteksi dini virus corona. "Semua puskesmas di seluruh Indonesia mampu untuk melaksanakan deteksi dini masalah ini," katanya. Dikatakannya, deteksi dini yang dilakukan puskesmas merupakan wujud kemampuan puskesmas dalam menangani virus corona. Dia menjelaskan ketika seseorang mengeluh batuk dan pilek ke puskesmas, maka puskesmas akan menanyakan health alert card untuk kemudian dapat segera merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit. "Deteksi dini itu menangani. Jadi menangani itu jangan dikonotasikan keberadaan ruang isolasi bertekanan negatif di puskesmas, pasti tidak ada di puskesmas. Jadi menangani bukan seperti itu," jelasnya. Yurianto mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi virus corona atau atau gejala-gejalanya, meskipun di daerahnya tidak ada rumah sakit besar. "Tidak perlu panik karena di daerahnya tidak ada rumah sakit besar, karena bukan seperti itu," tuturnya.(gw/fin)

Sumber: