Cetak Sarjana di Daerah Pelosok, UT Gandeng Pemda

Cetak Sarjana di Daerah Pelosok, UT Gandeng Pemda

JAKARTA - Sejalan dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) tangguh, Univerista Terbuka menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) tekait pendidikan sistem online atau jarak jauh. Dengan sistem digital ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah mendapat pendidikan hingga jenjang setinggi-tingginya. Di zaman sekarang ini, menurut Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat tidak ada batasan atau halangan bagi anak bangsa untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

BACA JUGA: 80.695 Tewas, Arab Saudi Makin Panik

"Selaras dengan program pemerintah, UT fokus memberikan kesempatan pendidikan bagi orang-orang daerah pinggiran. Hingga saat ini, UT telah mencetak sekiranya 1,7 juta dan sebagian besar dari mereka berdomisili di daerah pelosok," kata dia dalam keterangan persnya, kemarin (7/3). Saat ini, kata dia, UT telah menjalin kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah. Antara lain, Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel), Pemkab Sanggau, Pemkab Ketapang, serta Pemkab Melawi. Adapun, tantangan yang dihadapi dalam sistem online adalah akses internet yang belum mamadai hingga ke pelosok daerah. Meski begitu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah agar memberikan membangun Base Transceiver Station (BTS) di pelosok daerah yang belum terjangkau BTS. "Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk pendataan kawasan dengan akses jaringan yang minim. Pemerintah juga akan mendirikan BTS di daerah pinggiran," imbuh Ojat. Kesempatan yang sama, Bupati Sanggau Paolus Hadi mengatakan, harapan dia pemerintah segera memberikan akses internet sehingga dengan adanya kuliah sistem online ini akan menambah jumlah lulusan perguruan tinggi di wilaayahnya.

BACA JUGA: 25 Provinsi Dalam Bahaya

"Angka sarjana di Sanggau belum mencapai 3 persen. Peluang anak muda Sanggau untuk menempuh pendidikan di universitas tatap muka di daerah lainnya juga minim. Semoga dengan ini dapat memberikan kesempatan anak-anak Sanggau bisa menempuh pendidikan setinggi-tingginya," kata dia. Kepala Dinas Kementerian Komunikasi dan Informasi Sumatera Selatan mengatakan, pihaknya pada 2019 telah meluncurkan 170 website desa dan jaringan internet untuk 34 desa. Khususnya untuk mahasiswa UT yang berada di Sumsel. "Program ini akan terus kami kembangkan bersama Rektor Ojat," pungkasnya.(din/fin)

Sumber: