Meliburkan Siswa Tak Boleh Sepihak

Meliburkan Siswa Tak Boleh Sepihak

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan, bahwa kebijakan meliburkan siswa tidak dapat diputuskan sepihak. Pasalnya, beberapa sekolah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) telah meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk mengantisipasi wabah virus Corona (Covid-19). Namun, Kemendikbud belum memiliki data pasti seberapa banyak sekolah yang sudah memutuskan libur maupun yang mengajukan libur. Pihaknya masih menunggu data dari dinas pendidikan setempat. Plt. Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana mengatakan, bahwa keputusan meliburkan para siswa tak bisa diambil secara sepihak. "Tidak bisa secara sepihak, harus dikonsultasikan dengan dinas pendidikan, lalu kemudian dengan dinas kesehatan atau kementerian kesehatan. Jadi enggak bisa diambil keputusan sendiri," kata Ade, Kamis (12/3). Ade menekankan, bagi sekolah-sekolah yang akan meliburkan siswa-siswanya harusnya sudah melalui langkah-lankah yang sudah dijelaskan. Menurutnya, pedoman itu telah disebarkannya kepada tiap satuan pendidikan.

BACA JUGA: Prabowo Dibayangi Anies

"Untuk urusan pengajuan libur dia mengingatkan, agar ada koordinasi sekolah ke dinas pendidikan setempat. Oleh karena itu kita sarankan kepada Pemda, untuk senantiasa berkonsultasi dengan Kemenkes kalau mau ambil berbagai macam kebijakan strategis," tegasnya. Salah satu sekolah yang telah libur ialah Jakarta Intercultural School (JIS). Pihak JIS meliburkan siswanya selama 10 hari mulai dari 10 Maret hingga 20 Maret 2020. "Langkah ini guna mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) di JIS," kata Jurubicara JIS, Sinta Sirait. Dapat disampaikan, sejumlah sekolah elite dan internasional memilih untuk menghentikan sementara aktivitas di sekolah. Keputusan itu sebagai bentuk pencegahan potensi penyebaran virus corona. Sebab, di sekolah internasional mayoritas guru dan muridnya berasal dari berbagai negara. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyebutkan, saat ini ada 6 sekolah yang libur demi mencegah terjadinya penyebaran corona yakni ACG School, Mentari School, Sekolah Cikal, Beacon Academy, Jakarta Taipei School, dan Jakarta International School (JIS). "ACG School, Mentari School, Cikal, Beacon Academy, Taipei School. JIS yang baru," kata Nahdiana. Dia sendiri tak mengetahui apakah sekolah yang libur tersebut memiliki indikasi terpapar corona atau tidak. Sebab, pihaknya hanya menerima laporan untuk meliburkan diri. "Tidak, mereka hanya menginformasikan ke kita bahwa mereka melakukan pembelajaran di rumah," pungkasnya.

BACA JUGA: MotoGP Ubah Jadwal

Berdadarkan data UNESCO, sebanyak 13 negara telah meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah, berimbas kepada 290,5 juta murid. Sementara 9 negara lainnya hanya menerapkan penutupan yang bersifat lokal. "Ditutupnya sekolah sementara selama krisis wabah Covid-19 bukanlah hal yang baru. Skala dunia dan kecepatan akan terganggunya kegiatan pendidikan saat ini tidak tertandingi dan, jika diperpanjang, dapat mengancam hak-hak atas pendidikan," kata Kepala UNESCO Audrey Azoulay. Italia pada Rabu (04/03) memerintahkan sekolah-sekolah dan universitas-universitas tutup hingga 15 Maret, sebagai respon angka kematian yang terus bertambah mencapai 107 orang, paling mematikan di luar China. Di Prancis, sebanyak 120 sekolah juga telah diliburkan pekan ini. Korea Selatan sebagai negara kedua setelah China dengan jumlah kasus terbanyak yakni melampaui 6.000 kasus, juga menunda dimulainya tahun ajaran baru hingga 23 Maret mendatang. Sementara di Jepang, hampir semua sekolah diliburkan setelah Perdana Menteri Shinzo Abe memutuskan agar kegiatan belajar mengajar ditunda hingga Maret dan libur musim semi. Sekolah-sekolah di Iran juga diliburkan, di mana 92 orang dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19 di negara itu. (der/fin)

Sumber: