Tiga Saksi Rumah Dp Rp0 Mangkir

Tiga Saksi Rumah Dp Rp0 Mangkir

JAKARTA - Tiga dari lima orang saksi mangkir dari pemanggilan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipkor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Mereka rencananya diperiksa terkait kasus dugaan korupsi program rumah DP Rp 0, PD Sarana Jaya Tahun 2018–2020. Laporan terhadap dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta Sarana Jaya berlanjut. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono menerangkan, laporan tersebut kini sedang dalam tahap klarifikasi. Sebanyak lima saksi dari pihak yang terkait dengan kasus tersebut telah dipanggil dalam tahap tersebut. Sayangnya Argo enggan membeberkan nama-nama saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangannya. "Kemarin dipanggil lima orang, dua orang yang hadir," kata Argo, di Cikeas, Bogor, Kamis (12/3). Argo menambahkan, sebanyak tiga saksi yang mangkir bakal dipanggil ulang penyidik. Pemanggilan itu, sambungnya, guna mengetahui apakah ada unsur pidana atau tidak. "Ada beberapa yang diklarifiksi. Biar tahu apa ada pidana atau tidak," imbuhnya.

BACA JUGA: Viral: Oknum Dokter Kepergok Desahan sama Perawat di Mobil

Argo menjelaskan, kasus itu berawal dari laporan masyarakat beberapa waktu lalu. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti penyidik dengan melakukan pemanggilan saksi untuk mengklarifikasi laporan. “Jadi belum naik penyidikan ya,” imbuh Argo. Sebelumnya, Direktur Utama PD Sarana Jaya Yoori C Pinontoan menyatakan bahwa belum bisa memberikan keterangan pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan korupsi lahan rumah DP Rp0 atau yang lainnya. "Saat ini kami belum bisa (memberi pernyataan) karena masih dalam permintaan keterangan. Terima kasih," tutur Yoori. Yoori mengarahkan agar konfirmasi dan klarifikasi tersebut melalui staf Humas PD Sarana Jaya, Keren. Keren mengkonfirmasi kebenaran Sarana Jaya tengah diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri. "Memang betul kita ada surat panggilan dari Bareskrim Polri, kami dimintai keterangan juga dan kami sangat kooperatif untuk hal itu," ungkap Keren. Keren memilih diam saat ditanya kaitan dugaan kasus tersebut dengan penugasan Pemda DKI Jakarta dalam pembelian lahan rumah DP Rp 0 yang disinyalir dikorupsi. "Kalau untuk detilnya kami masih belum tahu karena kan itu memang ranahnya kepolisian, saat ini kami hanya dimintai keterangan dan belum ada tersangka atau apa," tandasnya. Terkait kasus dugaan korupsi tersebut, Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan berencana memanggil Perusahaan Daerah (PD) Sarana Jaya. "Rencana mau kami panggil," katanya, Rabu (11/3). Pemanggilan tersebut, untuk meminta penjelasan dari perusahaan milik Jakarta tersebut, karena sampai sekarang pihak BP BUMD belum menerima laporan apapun dari PD Sarana Jaya. "Saya belum ada update-nya. Laporannya belum sampai di BP BUMD, makannya ini kami mau minta laporannya," ujar Faisal. Belum bisa dipastikan kapan akan dilakukan pemanggilan. Namun Faisal menyatakan pemanggilan tersebut akan dilaksanakan dalam waktu secepatnya hingga pekan ini. "Pemanggilan menyesuaikan waktunya. Mudah-mudahan bisa secepatnya, mudah-mudahan (pekan ini)," tuturnya.(irf/gw/fin)

Sumber: