PKS Sowan ke Cikeas

PKS Sowan ke Cikeas

JAKARTA – Presiden PKS Sohibul Iman didampingi Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini bertandang ke kediaman Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (12/3) malam. Dalam pertemuan tersebut, Presiden ke-6 RI ini didampingi putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang-gadang bakal menduduki posisi Ketua Umum Partai Demokrat. Saat pertemuan kedua petinggi partai politik ini, kompak mengenakan batik berwarna biru dengan motif khas kembang. Keduanya diketahui melakukan foto bersama dengan memegang baju bertuliskan museum dan galeri seni SBY-ANI berwarna putih. AHY juga sepat melakukan swa foto dengan Jazuli. Keduanya tampak tersenyum. Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai, pertemuan antara Demokrat dan PKS adalah pertemuan dua sahabat lama. Kedua partai ini diketahui menjalin hubungan baik sejak SBY menempati posisi orang nomor satu di Indonesia. Ujang mengatakan, adanya AHY dalam pertemuan tersebut dinilai pantas. Selain sebagai putra SBY, AHY juga menempati posisi Wakil Ketua Umum yang dianggap perlu mendampingi. Soal pemilihan Ketua Umum, hadirnya AHY juga dianggap penting sebagai pengenalan kepada partai kawan. “Dua kali presiden SBY, PKS selalu ada di dalamnya. Saat pilgub DKI Jakarta mereka juga mendukung. Secara historis mereka berkawan. Ini akan mempersatukan mereka kembali,” kata Ujang kepada Fajar Indonesia Network, Kamis (12/3) malam. Ia menilai, dalam pertamuan tersebut, harus ada yang dikritisi. Mulai dari kondisi kebangsaan saat ini hingga ke depannya. Soal apakah pada 2024 PKS diprediksi akan mendukung AHY, Ujang menjawab tegas. Hal tersebut belum bisa dipastikan jauh hari. Popularitas dan elektabilitas AHY akan menentukan sikap PKS ke depannya. “Populariias akan bisa dilihat setahun atau dua tahun menjelang pilpres. Kalau tidak punya popularitas dan elektabilitas tinggi, ada kemungkinan akan mendukung partai lain. Seperti Pilpres 2019, PKS mendukung Prabowo bukan AHY. Kuncinya tergantung AHY,” terang dosen ilmu politik Universitas Al Azhar Indonesia ini. Diketahui, Presiden PKS Sohibul Iman telah menggelar berbagai pertemuan lintas parpol dan ormas dalam bingkai silaturahmi kebangsaan. PKS diketahui bertamu dengan Partai NasDem dan Berkarya. Terakhir pertemuan dengan Partai Golkar. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Mustafa Kamal menyampaikan, pimpinan partainya bertemu SBY sebagai bagian dari safari silaturahmi kebangsaan. Dia menyebut PKS ingin bertukar pikiran mengenai kondisi bangsa kepada SBY yang kini memegang nakhoda utama Partai Demokrat. “Pak SBY pernah memimpin negeri ini 10 tahun. Tentu PKS ingin bertukar pikiran tentang apa-apa yang terjadi saat ini berdasarkan pengalaman dan pandangan beliau sebagai politisi dan negarawan,” ungkap Mustafa. Di samping itu, saat ini PKS tengah memperjuangkan semangat kebangsaan dengan tetap menjalin komunikasi dan kerja sama. “PKS punya jati diri dan posisi. Tapi itu tidak menjadi penghalang untuk merajut komunikasi dengan berbagai pihak. Kami ingin mencari titik temu untuk membangun kerja sama. “Apalagi dengan Pak SBY dan PKS pernah bekerja sama dalam pemerintahan beliau dua periode,” tukasnya. Terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan menyebut pertemuan ini sejumlah hal. Salah satunya peluang Demokrat dan PKS membangun koalisi. "Intinya begini, untuk membangun bangsa itu perlu kebersamaan. Demokrat dengan PKS itu pernah berkoalisi. Mudah-mudahan dengan koalisi yang pernah terjalin itu kita bisa kerjasama lagi. Intinya ada di situ," tegas Syarief. Namun, saat dimintai konfirmasi apakah pertemuan itu juga akan membahas omnibus law, Syarief menjawab diplomatis. Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan Demokrat belum menentukan sikap perihal omnibus law. (khf/fin/rh)

Sumber: