Donald Trump Umumkan Darurat Nasional

Donald Trump Umumkan Darurat Nasional

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump umumkan keadaan darurat nasional virus corona di Amerika Serikat (AS). Pengumuman ini setelah wabah virus membunuh sebanyak 47 orang dan menginfeksi sebanyak 2000 pasien di negara Paman Sam itu. "Saya secara resmi mendeklarasikan darurat nasional," ujar Trump saat konferensi Pers di Rose Garden, seperti diberitakan AFP, Sabtu (14/3). Donald Trump juga mengucurkan dana sebesar USD 50 miliar atau setara dengan Rp732 miliar untuk negara-negara bagian guna pencegahan virus corona. Seluruh gubernur di negera itu, kini mulai mengambil langkah serupa, dengan mengumumkan keadaan darurat virus corona. Sejumlah sekolah dan kampus mulai ditutup. Jutaan siswa hanya bisa mengikuti pelajaran melalui kelas online. Jutaan pekerja kantoran juga diminta untuk bekerja dari rumah guna memperlambat penyebaran virus. Larangan wisatawan dari sebagian besar Uni Eropa juga telah diberlakukan. Kebijakan ini akan diberlakukan selama delapan Minggu ke depan. "Delapan minggu ke depan sangat penting.  Kita bisa belajar dan kita akan mengubah arah virus ini. Melalui tindakan yang sangat kolektif dan pengorbanan bersama, tekad nasional, kami akan mengatasi ancaman virus," kata Trump Sebelumnya, Donald Trump diduga terpapar virus corona setelah berjabat tangan dengan dua anggota DPR yang kini telah dikarantina. Dua anggota dewan ini, pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif corona. Namun demikian, pihak Gedung Putih membantahnya. “Presiden tidak melaksanakan tes COVID-19 karena ia tidak punya kontak dekat yang lama dengan pasien-pasien COVID-19 yang sudah diketahui, maupun memiliki gejala-gejala,” ujar jubir Gedung Putih Stephanie Grisham. Menurut Grisham, dalam panduan otoritas kesehatan Amerika Serikat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seseorang akan melakukan tes kesehatan apabila mempunyai gejala-gejala Covid-19. “Presiden Trump tetap berada dalam keadaan sehat luar biasa, dan dokternya akan terus memantau Presiden dengan teliti,” kata Grisham. Namun pada wartawan di White House Rose Garden, Trump mengatakan bahwa dia akan melakukan tes guna memastikan kesehatannya. Dia mengklaim tidak memiliki gejala virus, namun dirinya memastikan akan melakukan tes kesehatan.  "Saya tidak mengatakan saya tidak akan diuji," ujar Trump. Pada saat yang sama, jumlah infeksi baru di Italia melonjak lebih dari 2.500 orang. Sementara jumlah kematian baru akibat virus ini, meningkat sebesar 250 orang. Sejauh ini Italia negara ke dua setelah Cina dengan jumlah kasus terbanyak yakni sebesar 17.600 kasus infeksi dan 1.266 kematian, dalam laporan pada hari Jumat (13/3). "Eropa sekarang telah menjadi pusat pandemi," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus.  "Lebih banyak kasus sekarang dilaporkan setiap hari daripada yang dilaporkan di Cina pada puncak epidemi," ujarnya. Hanya dalam 24 jam, jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat tajam di beberapa tempat: Prancis terjadi 800 kasus tambahan mencapai lebih dari 3.600 pada hari Jumat;  Inggris naik dari 590 menjadi 798 dan negara bagian New York melonjak 30 persen, mencapai 421. Sementara Indonesia kini mempunyai 69 kasus dan 4 kematian.  (dal/fin)

Sumber: