Pemerintah Tambah Kuota Impor Gula

Pemerintah Tambah Kuota Impor Gula

JAKARTA - Sebagai upaya untuk menjaga stok dan harga pangan di tengah masifnya mewabahnya virus corona di Indonesia, pemerintah telah menambah kuota impor gula dan bawang bombai. Belakangan ini, harga kedua bahan pangan itu melonjak tajam. Harga gula di tingkat pedagang besar atau agau mencapai Rp15 ribu per kilogram (kg). Di konsumen hargnya jadi Rp17 ribu per kg. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp12,5 per kg. Sementara, harga bawang bombai di tingkat grosir normalnya Rp250-350 per 20 kg/karung atau sekitar Rp12.500-17.500 kg. Namun, kini harganya melonak Rp3 juta per karung atau Rp150 per kg. Karenanya, untuk menekan harga gula dan bawang putih yang melambun tinggi, maka pemerintah menambah impor gula 550 ribu ton. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebelumnya menerbitkan izin impor Gula Kristal Mentah (GKM) sebesar 438 ritu ton. Dengan demikian total impor gula mencapai 988 ribu ton. "Stok gula saat di tingkat distributor diperkirakan sebanyak 159 ribu ton," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, di Jakarta, kemarin (13/3). Dia menjelaskan, impor gula tersebut guna memenuhi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 250 ribu ton. Impor gula yang dilakukan secara bertahap itu akan membanjiri pasar nasional pada April 2020 mendatang. "Stok gula hingga akhir Agustus kami targetkan 670 ribu ton. Namun disesuaikan dengan kondisi panen dari gula tersebut," ujar dia. Lanjut Agus, pemerintah juga menambah impor bawang bombai sebesar 14 ribu ton. Sebelumnya, pemerintah telah memberikan izin impor bawang bombai sebanyak 2.350 ton. Impor bawang bombai 14 ribu ton akan diproses pekan depan. Tak hanya gula dan bawang bombai, pemerinah juga akan menambah kuota impor daging kerbau 70 ribu ton. Pemerintah diketahui telah menugaskan Perum Bulog mengimpor daging kerbau dari India sebesar 100 ribu ton. Dengan demikian, total impor daging kerbau menjadi 170 ribu ton. Sedangkan, untuk komoditas lainnya Kemendag memastikan ketersediaannya masih cukup sampai dengan Agustus. Seperti beras stolnya mencapai 3,5 juta ton, dan akan bertambah 22 juta ton setelah panen hingga Agustus. Pun stok minyak goreng sebanyak 8,2 juta ton. Dan, stok jagung juga tesedia 580 ribu ton, akan ditambah 13 juta ton setelah panen. Sehingga bahan pangan sampai Agustus akan terpenuhi. Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memerintahkan kepada jajarannya dalam rapat Koordinasi Ketersediaan Komoditas Hortikultura Strategis 2020 di Ditjen Horti, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Minggu (14/3), agar mencari jalan keluar dalam masalah pangan, sehingga pasolan cukup, dan harga pangan tetap stabil. "Saya minta kita kalian tentukan objek masalah di suatu daerah agar bisa memberi kontribusi lebih terhadap pangan rakyat. Karena itu, kita perlu menentukan metodelogi yang benar agar pasar berjalan dengan baik," ujar SYL. Menurut Mentan, metodelogi dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pangan pada bulan puasa dan lebaran mendatang terus tersedia secara baik, dengan harga yang terkendali. Hal ini bisa dilakukan melalui pemetaan jumlah kebutuhan dan stok pangan yang ada. "Untuk itu, kepada champion cabai, champion pedagang bawang merah dan pelaku pembangunan pertanian saya berharap selama dua bulan ke depan kita korbankan kepentingan kita untuk rakyat Indonesia. Kita harus penuhi dulu kebutuhan perut rakyat," katanya. Mentan mengatakan urusan pangan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, namun pengusaha juga harus berperan. "Ayo kita berkorbanlah buat bangsa. Kita bersama dan jaga tidak terjadi lonjakan harga. Data kami stok masih cukup bahkan hingga Agustus," tegas Mentan. Mentan memaparkan data stok pangan yang dimiliki Kementan hingga Agustus 2020, dan langkah antisipasi telah dipersiapkan untuk menjaga stok. "Jadi tidak perlu ragu berlebih dalam menghadapi Lebaran Idul Fitri. Bawang merah saya jamin, cabai saya jamin dan bawang putih insya Allah tidak bersoal. Hari ini saya mau melihat bahwa Indonesia tidak goyang dengan krisis apapun. Intinya bulan Ramadan ini, selain kita beramal, kita harus menjamin ketersediaan rakyat aman," katanya. Kesempatan yang sama, Dirjen Hortikukultura Kementan Prihasto Setyanto memastikan, akan melaksanakan arahan mentan dalam memonitoring semua kebutuhan rakyat menjelang dan sesudah hari raya besar Idul Fitri 2020 mendatang. "Secara keseluruhan kebutuhan jelang bulan puasa dan hari raya besar lainya aman dan terkendali. Walaupun begitu, kami akan terus memonitoring dan mengimplementasikan arahan pak menteri untuk menjamin kebutuhan masyarakat," pungkasnya.(din/fin)

Sumber: