Eks Awak World Dream Dipulangkan

Eks Awak World Dream Dipulangkan

JAKARTA - Satu lagi tugas memastikan warga negara Indonesia (WNI) bebas virus corona tuntas. Sebanyak 188 WNI eks awak kapal World Dream dipulangkan dari pulau observasi Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Mereka diangkut dengan KRI Semarang bernomor lambung 594. Upacara pemulangan dijalani ratusan peserta observasi yang telah dinyatakan sehat ini di Pelabuhan Komando Laut Lintas Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (14/3).  Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyematkan predikat Duta Imunitas Corona kepada mereka. "Kalian telah berhasil melawan masa-masa sulit mulai. Kalian tetap sehat, diobservasi di Indonesia juga sehat, Kalianlah duta-duta imunitas Corona yang sejati," kata Teawan saat menyambut 172 pria dan 16 wanita ABK kapal pesiar asal Jepang tersebut. Masa sulit yang dimaksud Terawan adalah masa saat eks Sebaru 188 terisolasi bersama 8 penderita Corona di kapal tersebut. Di tengah kekhawatiran akan virus asal Tiongkok ini, mereka dinilai mampu bertahan hingga dipulangkan. "Kalian secercah harapan. Menjadi contoh optimisme nasional dengan contoh kalian tetap sehat. Kami akan belajar seperti sehatnya kalian menghadapi Corona," imbuhnya. Sebaru-188, sebutan para eks peserta observasi ini telah menjalani masa karantina selama dua pekan penuh dengan pengawasan ketat. Kepala Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Laksamana Madya Yudo Margono menerangkan, selama menjalani karantina Sebaru-188 didampingi petugas gabungan dari Yonif Kesehatan, Kemenkes, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Yudo berharap eks Sebaru-188 ini bisa kembali ke masyarakat dan beraktivitas seperti biasa. Ia juga menyarankan mereka agar tetap menjaga kesehatan fisik, meski sudah dinyatakan sehat. Soal kemungkinan pemantauan lanjutan terhadap eks Sebaru-188, Yudo belum dapat memastikan. Namun, bila ada permintaan dari otoritas kesehatan daerah, dia meminta eks ABK World Dream ini memenuhinya. "Artinya itu perhatian dari dinas kesehatan daerah," imbuh Yudo. Selain mengangkut eks awak World Dream, KRI Semarang juga mengangkut 74 Satgas Pendamping. Mereka, kata Yudo, dipulangkan setelah dipastikan sehat. Masih terdapat pluhan Satgas Pembantu yang mendampingi 68 peserta karantina kapal Diamond Princen di Sebaru. Sejumlah 68 eks awak Diamond Prince ini dijadwalkan pulang hari ini, Minggu (15/3). Yudo menyebut, mereka bakal menjalani protokol yang sama dengan pemulangan kemarin. "Selanjutnya yang lain akan kami laksanakan pemulangan untuk rekan-rekan kita. Sebaru 68 yang waktunya sama dan prosesinya juga sama seperti siang hari ini (14/3)," jelasnya. Salah seorang Satgas Pendamping Albert mengaku bahagia bisa menyelesaikan tugas kemanusiaan tersebut. Ia tak kuasa menahan air mata saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Kolinlamil. "Saya bangga dan terharu. Ini tugas kemanusiaan yang saya akan tetap penuhi bagaimana pun tantangannya," paparnya. Tugas di pulau yang tidak berpenghuni itu diakui Albert sarat akan tantangan. Lima hari pertama karantina, komunikasi antara peserta dengan pendamping belum begitu. Namun, hal itu teratasi usai Albert dan rekannya menjelaskan pentingnya masa karantina tersebut bagi 188 awak World Dream. Belum kondisi yang jauh dari keluarga, dia bahkan sempat khawatir tidak pulang dengan selamat lantaran khawatir terpapar. "Namanya juga manusia, gak ada yang sempurna, teledor atau lalai itu mungkin terjadi," tukasnya.(irf/fin/rh)

Sumber: