WHO: Eropa Jadi Episentrum Baru Pandemi Corona

WHO: Eropa Jadi Episentrum Baru Pandemi Corona

MADRID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Eropa sebagai episentrum baru pandemi Corona. Dilansir dari bbc.com, pernyataan trersebut dikeluarkan menyusul tingginya angka kematian akibat virus Covid-19 di Italia yang mencapai 1.440 orang lebih. Menyusul Italia, Spanyol menjadi negara di Eropa dengan angka kematian tertinggi kedua. Corona telah merenggut 191 nyawa di Spanyol. Negara itu pun resmi melakukan pembatasan darurat untuk mencegah Corona menyebar lebih lanjut. Warga Spanyol pun dilarang meninggalkan rumah selain untuk membeli obat-obatan, kebutuhan sehari-hari, atau bekerja. Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan negara-negara Eropa untuk mengambil langkah-langkah agresif seperti menjaga jarak untuk menyelamatkan jiwa. Tercatat lebih dari 6.300 orang terinfeksi corona di Spanyol. Bahkan, pemerintah menyatakan bahwa Begoña Gómez, Istri Perdana Menteri Spanyol positif terinfeksi corona. Di samping itu, sebanyak 1.800 kasus baru muncul sejak Jumat malam. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez meminta warganya untuk tetap tinggal di rumah. Semua museum, pusat budaya, dan tempat-tempat olahraga pun ditutup. Restoran dan kafe hanya diperbolehkan melakukan layanan antar ke rumah. Sekolah-sekolah di Spanyol pun telah lebih dahulu ditutup. Hanya layanan penting seperti bank dan SPBU tetap beroperasi. Sánchez pun menyerukan agar warga Spanyol bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama. "Saya sampaikan kepada para pekerja, wiraswasta, dan pebisnis bahwa pemerintah Spanyol akan melakukan segala daya untuk meredam dampak krisis ini," ujarnya. Keadaan darurat ditetapkan selama dua pekan atau lebih apabila dirasa perlu menurut persetujuan parlemen. (alf/fin)

Sumber: