Pemerintah Jangan Lambat

Pemerintah Jangan Lambat

JAKARTA - Jumlah orang yang terinfeksi COVID -19 terus bertambah. Pemerintah diharapkan segera menyampaikan langkah-langkah kongkret. Sejumlah pihak menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan lambat dalam merespon keresahan masyarakat. Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati mengatakan, saat ini masyarakat membutuhkan kepastian apa yang harus dilakukan. Bukan hanya retorika dan seremoni. Anis sepakat diumumkannya pasien sembuh dari Corona. Tetapi harus disertai dengan peringatan dari pemerintah bahwa masyarakat harus tetap waspada. Anis menuntut ketegasan pemerintah dalam memberlakukan social distancing (masyarakat diminta untuk menghindari hadir di pertemuan besar atau kerumunan orang, Red), sebagaimana yang diungkapkan Presiden Joko Widodo bahwa saatnya bekerja, belajar dan beribadah di rumah masing-masing. "Imbauan itu tidak akan berjalan tanpa adanya instruksi langsung. Terutama kepada dunia usaha," ujar Anis di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/3).

BACA JUGA: Pemerintah: Hingga 18 Maret, Jumlah Korban Terinfeksi Corona 227, Meninggal 19 Orang

Diketahui, sekolah diliburkan selama 14 hari, pemerintah juga seharusnya meminta dunia usaha untuk merumahkan dan menginstruksikan pegawai bekerja dari rumah. Kecuali untuk tugas-tugas khusus yang mengharuskan berada di luar. Seperti sopir angkutan dan pedagang kebutuhan bahan pokok. “Itupun harus diberlakukan standar penjagaan dan disiplin yang ketat,” imbuhnya. Adapun terkait kekhawatiran pemerintah akan dampak dari dirumahkannya para pekerja untuk sementara waktu terhadap situasi ekonomi nasional, hal ini tidak dapat dielakkan. “Pasti akan ada dampak ekonomi secara nasional. Tetapi keselamatan rakyat harus lebih diutamakan,” bebernya. Ia menjelaskan pemerintah perlu memikirkan strategi yang kreatif dalam menjaga tingkat ekonomi nasional. “Kalaupun menurun, jangan sampai terjun bebas,” terangnya. Agar perekonomian dapat tetap berjalan dan tumbuh, pemerintah diminta fokus menguatkan daya beli masyarakat. Dijelaskan Anis, konsumsi dalam negeri dapat menjadi kekuatan agar ekonomi Indonesia tetap stabil. “Pertumbuhan ekonomi kita, ditopang oleh 56 persen konsumsi dalam negeri. Bertumpulah pada kekuatan domestik. Bantu masyarakat untuk produktif walau dalam situasi terbatas. Dan perkuat daya beli masyarakat. Masyarakat harus dibantu,” urainya. Jadi Rujukan Resmi Terpisah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kemarin meluncurkan portal www.covid19.go.id sebagai sumber informasi resmi penanggulangan virus corona yang kini menjadi pandemi global COVID-19. Situs ini diharapkan bisa menjadi rujukan resmi untuk informasi satu pintu mengenai virus corona dan bagaimana mengendalikannya. Situs covid19.go.id dikembangkan oleh Tim Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat untuk Penanggulangan COVID-19. Tim terdiri dari berbagai elemen. Yakni pemerintah, Badan PBB (UNICEF, WHO, dll), mitra pembangunan internasional, organisasi masyarakat sipil dan dunia usaha.

BACA JUGA: MUI Larang Salat Berjamaah, Gatot Nurmantyo: Seakan Masjid Sumber Covid-19

Situs ini bertujuan untuk memastikan publik mendapatkan akses pada informasi resmi dan akurat mengenai penanggulangan wabah COVID-19 di Indonesia. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menegaskan, situasi darurat global akibat pandemi COVID-19 membuat banyak informasi yang beredar di masyarakat tak semuanya akurat. “Kami menyadari, masyarakat butuh akses pada informasi akurat, cepat dan terpercaya. Untuk itulah mengapa situs www.covid19.go.id ini dibuat agar bisa menjadi sumber informasi resmi satu pintu,” kata Doni Monardo, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Rabu (18/3). Menurutnya, situs ini selain sebagai sumber rujukan informasi juga menekankan pesan utama yaitu Lindungi Diri, Lindungi Sesama. “Pesan utama Lindungi Diri, Lindungi Sesama di situs ini menjadi pengingat kita, agar seluruh rakyat Indonesia bersatu, bekerja sama, gotong royong menghadapi COVID-19,” tegas Doni. Mantan Danjen Kopassus ini menegaskan upaya menghadapi COVID-19 hanya bisa dilakukan jika semua bekerjasama dan disiplin mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah. “Di antaranya menjaga jarak aman dengan bekerja, beribadah, belajar dari rumah serta selalu melakukan praktik kebersihan dasar khususnya cuci tangan menggunakan sabun,” papar mantan Komandan Paspampres ini. (khf/lan/fin/rh)

Sumber: